Sulap Pengambengan Jadi Pelabuhan Perikanan Modern, Pusat Gelontorkan Anggaran Rp 1,2 Triliun

Muhammad Basir • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 12:06 WIB
HASIL MELIMPAH: Nelayan mengangkut ikan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.
HASIL MELIMPAH: Nelayan mengangkut ikan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.

 

RadarBuleleng.id – Kawasan Pesisir Pengambengan, di Kabupaten Jembrana, Bali, kini tak lagi sekadar menjadi tempat pembongkaran ikan yang terkesan kumuh dan beraroma amis. 

Kawasan ini resmi ditransformasi menjadi pelabuhan perikanan modern berkelas internasional yang siap menopang ekspor hasil laut nasional.

Transformasi besar-besaran tersebut ditandai dengan groundbreaking pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, Selasa (29/9/2026).

Proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menyedot nilai investasi mencapai Rp 1,2 triliun. 

Angka tersebut jauh melampaui alokasi pengembangan Pelabuhan Kejawanan Cirebon yang berkisar Rp 400 miliar. 

Pemilihan Pengambengan bukan tanpa alasan; lokasinya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia menyimpan potensi komoditas tuna sirip biru dan cumi.

Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, wajah Pengambengan ke depan harus berubah total menjadi ekosistem perikanan terpadu dari hulu hingga hilir.

”Tidak ada lagi tempat yang bau dan kotor. Semuanya akan tertata dengan baik. Masyarakat yang berkunjung ke sini nantinya tidak hanya melakukan transaksi sektor perikanan, tetapi bisa menikmati pasar ikan yang bersih hingga wisata kuliner,” ungkap Trenggono.

Melalui penataan tersebut, PPN Pengambengan diproyeksikan menjadi sentra produksi perikanan dengan kualitas premium. 

Penggunaan kapal penangkap tuna wajib dilengkapi fasilitas pembekuan khusus berteknologi hingga minus 60 derajat celcius, sehingga kualitas kesegaran ikan tetap terjaga sempurna sebelum dikirim ke pasar ekspor.

Tak hanya itu, PPN Pengambengan juga disiapkan untuk menampung relokasi kapal-kapal perikanan industri yang selama ini beroperasi di Benoa.

”Saya yang memegang kewenangan perizinan penangkapan ikan. Saya tidak akan keluarkan izinnya kalau industri tidak mau bergerak dan bersandar dari sini. Intinya begitu,” tegas Trenggono.

Kendati menyasar skala industri, nelayan lokal kecil tetap mendapat tempat istimewa. Kapal berukuran di bawah 30 GT disiapkan kawasan khusus, sedangkan nelayan harian dirangkul lewat konsep penataan Kampung Nelayan.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut baik dimulainya proyek megah ini. Menurutnya, PPN Pengambengan akan menjadi motor penggerak perekonomian baru di kawasan Bali Barat.

”Ini merupakan program strategis yang menangani kelautan dan perikanan secara tuntas dari hulu sampai hilir. Ke depan, PPN Pengambengan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Jembrana yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan lokal,” ujar Koster. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Pelabuhan Perikanan Bali Perikanan Jembrana wayan koster sakti wahyu trenggono ppn pengambengan