RadarBuleleng.id – Memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mongolia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar forum bisnis bertajuk Indonesia–Mongolia Business Dialogue: "70 Years of Partnership: New Era of Cooperation".
Forum strategis tersebut dirancang untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka jalan bagi kerja sama konkret antar-pelaku usaha dari kedua negara.
Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun, menegaskan bahwa hubungan antarmasyarakat dan interaksi langsung dunia usaha menjadi penggerak utama dalam memperluas konektivitas ekonomi.
”Pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan membuka jalan, namun para pelaku usahalah yang membangun interaksi nyata serta menggerakkan roda ekonomi di lapangan,” ujar Djauhari.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Mongolia National Chamber of Commerce and Industry, Baatarjav Lkhagvajav, menilai jarak geografis yang jauh tidak menjadi penghalang bagi kedua negara.
Menurutnya, Mongolia dan Indonesia memiliki potensi kemitraan yang sangat besar, khususnya di sektor perdagangan daging, produk farmasi, serta industri pertambangan.
Wakil Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, dr. Irene, mengungkapkan bahwa struktur ekspor produk Indonesia ke Mongolia saat ini masih tergolong homogen dan didominasi komoditas tertentu.
Oleh karena itu, diperlukan langkah diversifikasi produk, investasi bersama, serta penguatan jejaring bisnis agar volume perdagangan kedua negara dapat melonjak signifikan.
Berdasarkan data perdagangan tahun 2025, total nilai transaksi perdagangan Indonesia–Mongolia telah menyentuh angka USD 56 juta (sekitar Rp900 miliar), dengan nilai ekspor Indonesia mendominasi hingga USD 49 juta.
Sejauh ini, komoditas ekspor utama Indonesia ke Mongolia masih disokong oleh minyak kelapa sawit (palm oil) dan produk farmasi.
Guna memperluas penetrasi pasar, Atase Perdagangan KBRI Beijing, Junita Syartika, secara resmi mengundang para pebisnis Mongolia untuk hadir langsung pada ajang pameran dagang internasional Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
“Ajang ini menjadi kesempatan emas bagi pelaku usaha Mongolia untuk melihat langsung ragam produk unggulan Indonesia serta menjajaki potensi kemitraan yang transparan dan saling menguntungkan,” kata Junita.
Forum bisnis yang dipandu oleh Konsul Jenderal RI Shanghai, Berlianto Situngkir, tersebut dihadiri sekitar 40 pengusaha lintas sektor dari kedua negara, mulai dari industri pangan olahan, minuman, suplemen kesehatan, hingga jasa pariwisata.
Sejumlah brand kenamaan asal Indonesia turut memamerkan produk unggulannya di hadapan calon mitra Mongolia. Di antaranya perwakilan Kapal Api di Tiongkok, PT Rempah Gurih Nusantara, Bospres Hydrocolloids (pengolahan rumput laut), hingga produsen minuman Bali Hai. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya