RadarBuleleng.id – Tokoh asal Buleleng kembali mengukir prestasi nasional di panggung keumatan.
Jenderal purnawirawan bintang tiga kelahiran Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa, resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat masa bakti 2026–2031.
Kemenangan putra daerah Buleleng tersebut dipastikan dalam Mahasabha XIII PHDI yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (10/10/2026) malam.
Cantiasa mengantongi 186 suara, unggul telak 83 suara atas rivalnya AAGN Ari Dwipayana yang memperoleh 103 suara.
Terpilihnya Mantan Danjen Kopassus dan Pangkogabwilhan III ini melanjutkan tradisi kepemimpinan PHDI Pusat dari unsur militer, meneruskan estafet kepemimpinan Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT) yang menjabat selama 10 tahun terakhir.
Selain menetapkan Cantiasa, Mahasabha XIII juga mengukuhkan Kolonel Inf. (Purn) I Nengah Dana sebagai Ketua Sabha Walaka secara aklamasi, serta Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita sebagai Dharma Adhyaksa.
Terpilihnya tokoh kelahiran Bubunan ini disambut positif oleh berbagai organisasi keumatan.
Wakil Ketua Umum DPN Peradah Indonesia, Made Bryan Mahararta, menilai kepemimpinan tokoh berlatar belakang militer dan berakar dari Seririt ini membawa harapan segar bagi dinamika umat Hindu di tanah air.
Bryan mendorong PHDI Pusat di bawah nakhoda baru agar lebih adaptif, komunikatif, dan responsif terhadap isu-isu keumatan di era digital, mulai dari penguatan tata kelola kelembagaan hingga peningkatan kualitas pasraman di daerah.
”Peradah menaruh harapan besar kepada Ketua Pengurus Harian terpilih untuk melakukan penguatan kelembagaan. PHDI ke depan dituntut tampil lebih responsif terhadap berbagai isu Hindu Dharma yang menjadi perhatian pemuda Hindu,” ujar Bryan, Minggu (11/10/2026).
Sementara itu, Ketua PHDI Bali, I Nyoman Kenak, turut memberikan selamat atas keterpilihan Nyoman Cantiasa.
Ia berpesan agar kepemimpinan lima tahun ke depan dibangun atas dasar keterbukaan, dedikasi, serta komunikasi yang erat dengan pengurus di tingkat daerah.
Kenak berharap, sebagai sosok yang memahami betul akar daerahnya di Buleleng dan Bali, Cantiasa rajin melakukan kunjungan ke bawah untuk menyerap aspirasi dan persoalan umat secara langsung.
”Yang terpenting adalah keterbukaan, dedikasi, dan komunikasi baik dengan PHDI di daerah. Kasus-kasus keumatan di daerah sangat membutuhkan atensi serta support nyata dari pengurus pusat,” tegas Kenak. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali