Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Oknum Personel Polri Terlibat Aksi Pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam

Acep Tomi Rianto • Kamis, 9 Oktober 2025 | 01:24 WIB
Ilustrasi pengeroyokan Ketut Bagia. Pria yang mukim di Banjar Dinas Kalibukbuk, Desa Kalibukbuk itu dikeroyok sekelompok orang tak dikenal.
Ilustrasi pengeroyokan Ketut Bagia. Pria yang mukim di Banjar Dinas Kalibukbuk, Desa Kalibukbuk itu dikeroyok sekelompok orang tak dikenal.

RadarBuleleng.id - Seorang anggota kepolisian diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap pemuda berinisial AAF, 21, yang bekerja di salah satu tempat hiburan malam di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Korban, yang disebut bekerja sebagai waiters di tempat hiburan tersebut, melaporkan insiden pengeroyokan yang terjadi pada Selasa (7/10/2025).

Kasus ini bermula ketika korban AAF menegur salah satu pengunjung yang sedang mabuk dan diduga membuat keributan di dalam tempat hiburan malam.

Teguran tersebut, alih-alih diindahkan, justru memicu amarah pengunjung tersebut.

Tidak lama setelah insiden teguran itu, korban AAF dipanggil keluar ruangan. Di depan tempat hiburan, korban langsung dikeroyok oleh sekelompok pria yang berjumlah sekitar empat orang.

Kakak korban, Novi, membenarkan bahwa salah satu pelaku pengeroyokan adalah oknum polisi berinisial (Bripda TW).

Aksi pengeroyokan itu sendiri terekam jelas oleh kamera CCTV di lokasi. Dalam rekaman yang beredar, tampak korban dipiting dan dipukul hingga ditendang oleh para pelaku sebelum mereka melarikan diri.

Korban AAF kini telah menjalani visum di rumah sakit untuk keperluan penyelidikan.

Setelah menerima laporan dan bukti CCTV dari korban, Polresta Mamuju segera bertindak cepat.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, membenarkan adanya laporan tersebut dan mengatakan pihaknya telah mengamankan beberapa terduga pelaku.

"Dua orang terduga pelaku lainnya sudah diamankan. Namun, status keduanya masih didalami, karena mereka mengaku tidak terlibat dalam aksi pengeroyokan," ujar Herman.

Fokus utama kepolisian kini adalah mengejar Bripda TW. Oknum polisi yang bertugas di Polresta Mamuju tersebut diketahui telah melarikan diri.

Personel Propam mendatangi kos-kosannya pada Selasa (7/10/2025), namun rumah kosnya kosong.

Bripda TW juga dilaporkan sudah tidak masuk kerja atau bolos tanpa keterangan selama sepekan terakhir, terhitung sejak insiden pengeroyokan terjadi.

Pihak Polresta Mamuju menegaskan komitmennya untuk menindak tegas oknum polisi yang terlibat dalam tindakan kriminal ini.

"Pimpinan berkomitmen menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Jika terbukti bersalah, oknum tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum dan Kode Etik Polri," tegas Ipda Herman Basir.

Penyidik saat ini terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan korban, serta mendalami rekaman CCTV, untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap, termasuk peran pasti Bripda TW.

Jika terbukti bersalah, oknum tersebut terancam sanksi berat, baik secara pidana maupun sanksi internal dari institusi kepolisian. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#korban #kamera #mamuju #sulawesi barat #kepolisian #pengeroyokan #oknum #pemuda #cctv #propam #pria #polisi #pengunjung