Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pukul Kepala Dapur MBG, BGN Polisikan Wakil Bupati Pidie Jaya

Acep Tomi Rianto • Sabtu, 1 November 2025 | 02:04 WIB
Kepala Dapur MBG Trieng Gadeng, Muhammad Reza, saat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Trienggadeng, Kamis (30/10/2025).
Kepala Dapur MBG Trieng Gadeng, Muhammad Reza, saat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Trienggadeng, Kamis (30/10/2025).

RadarBuleleng.id - Wakil Bupati Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Hasan Basri, dilaporkan ke Polres Pidie Jaya atas dugaan penganiayaan terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Trienggadeng, Muhammad Reza, 27.

Insiden tersebut diduga dipicu oleh kekecewaan Wabup terhadap kondisi nasi untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sudah dingin dan keras.

Muhammad Reza, sempat menjalani perawatan dan visum di Puskesmas Trienggadeng.

Peristiwa itu terjadi saat ia tiba di lokasi dapur MBG setelah Wabup Hasan Basri melakukan sidak.

"Saat saya tiba, rencana saya mau menyalami Wabup Pidie Jaya," ujar Reza.

Namun, sambutan yang didapat justru amarah yang meluap.

"Hasan Basri menanyakan siapa pimpinan SPPG. Saya pun menjawab, saya pak. Selanjutnya, Wabup Pidie Jaya langsung meninju saya di bagian kepala seraya menyebut kasih nasi basi buat anak kami,” tutur Reza.

Menurut Reza, nasi yang dingin itu adalah prosedur untuk mencegah nasi cepat basi.

"Aturannya jelas, nasi yang baru siap dimasak memang harus didinginkan lebih dahulu, baru dimasukkan ke ompreng. Kalau dalam keadaan masih panas langsung dimasukkan ke ompreng otomatis pasti basi karena penguapan," jelasnya.

Wakil Bupati Hasan Basri mengakui adanya ketegangan dan tindakan penganiayaan tersebut.

Ia mengaku emosi setelah menemukan nasi yang sudah dingin dan keras, serta kecewa karena Kepala Dapur tidak berada di tempat saat ia meninjau.

"Saya menampar dua kali," katanya.

Dalam video berdurasi 45 detik yang beredar di media sosial, Wabup menyampaikan permohonan maafnya.

“Dalam hal ini, saya selaku peribadi memohon sangat untuk diperbanyak maaf kepada keluarga dan SPPG yang ada di Kecamatan Trieng Gadeng," ucapnya.

Namun, permintaan maaf ini tidak menghentikan proses hukum. Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi telah melaporkan Hasan Basri ke polisi.

"Kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap mereka adalah tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan profesionalisme," tegas Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya.

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, membenarkan adanya laporan dan menyatakan akan memproses kasus ini sesuai mekanisme hukum, termasuk pemeriksaan terhadap Wakil Bupati setelah penyidik mengumpulkan keterangan saksi dan hasil visum.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, berharap kasus ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, namun tetap menghormati proses hukum jika korban memilih jalur tersebut.

“Saya mohon diselesaikan secara kekeluargaan. Saya sudah memediasi kedua belah pihak. Kita tunggu perkembangannya,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #penganiayaan #visum #emosi #pidie jaya #SPPG #puskesmas #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #dapur MBG #hasan basri #nasi #wakil bupati