RadarBuleleng.id - Operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Cisokan, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang dilakukan selama dua hari penuh mendadak ditutup.
Pria yang diduga melompat dari jembatan dan meninggalkan surat wasiat, Herman, 26, ternyata ditemukan dalam kondisi sehat walafiat di rumah temannya di Sukabumi.
Pencarian yang melibatkan Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan ini pun resmi dihentikan setelah Herman ditemukan.
Peristiwa ini bermula pada Selasa (4/11/2025) malam. Saksi mata menemukan sepeda motor milik Herman terparkir di Jembatan Cisokan, yang melintasi Sungai Cisokan, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, yang memimpin operasi pencarian, mengonfirmasi temuan awal yang mengindikasikan adanya dugaan bundir.
"Kami menerima laporan dari Polsek Sukaluyu bahwa ditemukan sepeda motor dan sebuah surat wasiat di lokasi Jembatan Cisokan. Diduga korban melompat ke sungai untuk mengakhiri hidupnya," ucapnya.
Tim SAR Gabungan dari unit Siaga SAR Cianjur kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran sungai hingga sejauh 4 kilometer menggunakan perahu karet (LCR) Basarnas.
Setelah dua hari pencarian yang intensif menyisir derasnya arus Sungai Cisokan, kabar mengejutkan datang pada Jumat (7/11/2025) siang.
Herman, yang dicari-cari tim SAR, berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian di luar wilayah pencarian.
Kapolsek Sukaluyu, AKP Akhmad Tri Lesmana membenarkan bahwa Herman ditemukan di Sukabumi dalam kondisi baik.
"Alhamdulillah, Herman yang kami cari selama dua hari ini sudah ditemukan. Ternyata ia sedang berada di rumah temannya di wilayah Sukabumi," ucapnya.
Akhmad menambahkan, Herman langsung dibawa ke Mapolsek Sukaluyu untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait aksinya yang membuat tim SAR bekerja keras.
"Setelah dimintai keterangan, Herman langsung diserahkan kepada pihak keluarganya. Dengan ditemukannya yang bersangkutan dalam kondisi selamat, operasi SAR otomatis kami tutup," katanya.
Kabar penemuan Herman datang dari wilayah Sukabumi. Setelah dipastikan sehat dan diamankan, Herman dibawa ke Mapolsek Sukaluyu untuk dimintai keterangan terkait aksinya yang meresahkan.
"Kami pastikan Herman bukan ODGJ. Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, ia nekat meninggalkan motor di jembatan karena terlilit utang dan mengalami tekanan ekonomi yang sangat berat," ungkapnya.
Akhmad menambahkan bahwa Herman sengaja meninggalkan motor dan surat wasiat agar pihak-pihak yang menagih utangnya mengira ia telah meninggal dunia, sehingga ia bisa lari dan bersembunyi.
"Dia merasa putus asa dengan kondisi keuangannya, sehingga memilih untuk lari dan bersembunyi di tempat temannya di Sukabumi," imbuhnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya