Ancaman Karhutla Melonjak: Jarak Pandang Palangkaraya Anjlok, Kalsel dan Sumsel Siaga Satu

Jawapos Source control • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 11:51 WIB
KARHUTLA: Petugas memadamkan api yang membakar kawasan hutan di Kalimantan Tengah. (Kalteng Pos)
KARHUTLA: Petugas memadamkan api yang membakar kawasan hutan di Kalimantan Tengah. (Kalteng Pos)

 

RadarBuleleng.id – Lonjakan titik panas (hotspot) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali mengintai sejumlah wilayah di Indonesia. 

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat sebanyak 331 hotspot yang terdeteksi hingga Sabtu (26/9/2026) malam. Jumlah tersebut naik drastis dari 213 titik pada hari sebelumnya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi menjelaskan, kenaikan tersebut langsung direspons dengan peningkatan status kewaspadaan serta pengecekan lapangan secara intensif.

”Peningkatan hotspot harian menjadi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat verifikasi serta respons lapangan, terutama pada wilayah yang menunjukkan kenaikan,” ujar Ristianto, Minggu (27/9/2026).

Dari total hotspot nasional, sebanyak 111 titik terakumulasi di enam provinsi prioritas. 

Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan menjadi dua wilayah yang paling mendapat sorotan akibat lonjakan titik panas yang cukup signifikan.

Di Kalimantan Selatan, jumlah hotspot melambung tinggi dari 6 titik menjadi 40 titik. Sementara Sumatera Selatan mencatat kenaikan dari 17 titik menjadi 38 titik.

Sebaliknya, beberapa daerah seperti Kalimantan Tengah mengalami penurunan dari 57 titik ke 30 titik, dan Kalimantan Barat turun dari 14 titik ke 2 titik.

Guna menanggulangi amukan jago merah—khususnya di kawasan lahan gambut yang menyimpan bara di bawah tanah—pemerintah menyiagakan total 61 unit armada udara.

Rinciannya, 17 unit dialokasikan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 44 unit helikopter disiagakan penuh untuk pemboman air (water bombing). 

Sebanyak 55 unit armada disebar di enam provinsi prioritas, sementara 6 unit lainnya disiapkan sebagai cadangan perkuatan daerah terdampak.

Tim udara ini bergerak simultan dengan ribuan personel gabungan darat dari Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, BNPB, BPBD, relawan, hingga sektor swasta.

Dampak kabut asap karhutla kini mulai mengancam kesehatan dan aktivitas penerbangan. Data BMKG mencatat penurunan jarak pandang (visibility) yang cukup ekstrem di beberapa kota utama.

Palangkaraya menjadi kawasan terparah dengan jarak pandang anjlok hingga 0,6 kilometer pada dini hari. 

Kondisi serupa terjadi di Banjarmasin (1,7 km), Pontianak (2 km), Jambi (4,8 km), Pekanbaru (3 km), dan Palembang (7 km).

Kemenhut mengimbau warga di area terdampak kabut asap untuk mengurangi aktivitas luar ruangan serta mengenakan masker, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : jawapos.com
Karhutla Indonesia Kemenhut Water Bombing BMKG Kabut Asap Berita Lingkungan Hari Ini