SINGARAJA-Sebanyak 100 orang mengikuti event Boxing x Kickboxing yang berlangsung di GOR Bhuwana Patra Singaraja pada Sabtu (22/6). Ini juga sebagai wadah kepada para petarung di Buleleng, untuk menyalurkan hobi mereka.
Sorak sorai masyarakat mengiringi hantaman dan pukulan di atas ring yang berdiri di dalam Lapangan Indoor GOR Bhuwana Patra.
Mereka tampak antusias menyaksikan semangat para generasi muda Buleleng dalam bertarung, meski secara amatir.
Tagline Singaraja Kota Petarung yang sempat tersemat cukup lama kepada Kabupaten Buleleng, ternyata kini mendapat atensi sejumlah pihak agar arti tersebut menjadi citra positif.
Meski dalam pertarungan, sorak dan sorai semangat pendukung membuat laga menjadi panas.
Tetapi usai pertandingan, para petarung tampak berpelukan dan memberi hormat satu sama lain. Ini menandakan pertandingan tersebut hanya sebatas penyaluran hobi dan menambah teman.
“Iya betul, event ini diselenggarakan untuk mewadahi adik-adik dan Semeton Buleleng yang suka ribut di jalan, agar bisa salurkan hobinya. Juga untuk atlet-atlet yang lama tidak bertanding, agar dapat kesempatan,” kata Paskalis Didik Bria, Ketua Panitia.
Didik melanjutkan, antusiasme masyarakat untuk mengikuti event yang berlangsung pertama kali di Bali utara, cukup banyak.
Bahkan panitia dengan terpaksa menutup pendaftaran karena peserta mencapai 100 orang.
Sementara untuk menentukan lawan, pihaknya membagi dalam kelas berat badan. Baik untuk pertandingan boxing maupun kickboxing.
“Jadi ada 50 pertandingan dengan jumlah peserta 100 orang. Jadi kita sesuaikan juga, amatir dengan yang amatir. Yang pengalaman, dengan yang berpengalaman juga,” lanjutnya.
Didik berharap event pertarungan ini dapat berjalan kembali di tahun-tahun berikutnya.
Dengan harapan tinggi, tercipta prestasi prestisius di kalangan atlet beladiri, baik di tingkat regional, provinsi, nasional, bahkan internasional.
“Harapannya, semoga atlet di Buleleng lebih berprestasi di ajang beladiri,” harapnya tegas.
Terpisah, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng, I Ketut Wiratmaja mengungkapkan pihaknya mendukung penuh perhelatan olahraga ini. Apalagi pertama kali digelar untuk generasi muda di Bali utara.
Harapannya, tidak ada lagi pertarungan jalanan yang malah membuat kerugian bagi kedua belah pihak. Baik itu berurusan dengan kepolisian maupun dengan rumah sakit.
“Kami berharap kegiatan ini melahirkan atlet-atlet asli Buleleng yang berani bertanding di kancah regional maupun nasional,” ujarnya. ***
Editor : Donny Tabelak