Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

FIFA Jatuhkan Sanksi Berat! Skandal Pemalsuan Dokumen Naturalisasi Guncang Timnas Malaysia

Acep Tomi Rianto • Sabtu, 27 September 2025 - 20:43 WIB
Football Association of Malaysia (FAM) diganjar sanksi oleh FIFA setelah menurunkan pemain naturalisasi dengan dokumen yang dipalsukan.
Football Association of Malaysia (FAM) diganjar sanksi oleh FIFA setelah menurunkan pemain naturalisasi dengan dokumen yang dipalsukan.

RadarBuleleng.id – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.

FIFA menjatuhkan sanksi tersebut, menyusul terkuaknya kasus pemalsuan dokumen dalam proses mendapatkan kewarganegaraan.

Keputusan yang dirilis pada Jumat (26/9/2025), sontak mengguncang jagat sepakbola Asia Tenggara.

Bahkan sanksi tersebut berpotensi mengubah peta persaingan di kualifikasi turnamen besar.

Sanksi Historis dari Komite Disiplin FIFA

Komite Disiplin FIFA menyatakan bahwa FAM dan ketujuh pemain tersebut terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) yang mengatur tentang pemalsuan dan penggunaan dokumen palsu.

Pelanggaran ini terkait dengan keabsahan dokumen keturunan yang menjadi dasar proses naturalisasi para pemain.

Akibatnya, FIFA menjatuhkan tiga hukuman utama.

Pertama, Denda Besar untuk FAM. FAM diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 Franc Swiss (CHF), atau setara dengan kurang lebih Rp7,3 miliar.

Kedua, Larangan Bermain Satu Tahun. Sebanyak Ketujuh pemain yang terlibat langsung mendapatkan sanksi.

Mereka yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

Seluruh pemain dikenakan sanksi skorsing selama 12 bulan dari semua kegiatan terkait sepak bola.

Hukuman tersebut berlaku efektif sejak tanggal pemberitahuan keputusan.

Ketiga, pengajuan ke Tribunal. Kasus kelayakan para pemain tersebut juga dirujuk ke Tribunal Sepak Bola FIFA untuk penanganan lebih lanjut mengenai status pertandingan yang telah mereka ikuti.

Ketujuh pemain naturalisasi ini diketahui sempat bermain untuk Harimau Malaya—julukan Timnas Malaysia—dalam laga krusial Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam pada Juni 2025. Pada pertandingan tersebut, Malaysia menang telak 4-0.

Sanksi ini menimbulkan spekulasi serius bahwa kemenangan tersebut dapat dibatalkan, dan Vietnam berpotensi diberikan kemenangan walk over 3-0 sesuai regulasi kompetisi internasional.

Kronologi Kasus dan Reaksi Federasi Malaysia

Skandal ini berawal dari keraguan publik dan media, bahkan dari dalam Malaysia sendiri, terhadap garis keturunan beberapa pemain naturalisasi.

Adapun pemain-pemain naturalisasi yang diboyong Malaysia berasal dari negara-negara seperti Argentina, Spanyol, dan Brasil.

Minimnya jejak diaspora Malaysia di negara-negara tersebut memicu investigasi.

Puncaknya, setelah pertandingan melawan Vietnam, laporan resmi mengenai dugaan dokumen palsu diajukan ke FIFA.

Menanggapi sanksi berat ini, Pelaksana Tugas Presiden FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, menegaskan bahwa federasi dan para pemain telah bertindak dengan itikad baik dan transparansi penuh.

FAM mengklaim telah mengelola semua dokumentasi sesuai pedoman dan bahkan menyebut FIFA sebelumnya telah meninjau dan mengonfirmasi kelayakan para pemain untuk membela Malaysia.

FAM menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Komite Banding FIFA dalam waktu 10 hari sejak keputusan diumumkan.

Mereka berharap dapat membuktikan bahwa tidak ada niat untuk memalsukan dokumen dan mengurangi dampak sanksi yang berpotensi melumpuhkan kekuatan Timnas Malaysia di kancah internasional.

Dampak Besar Terhadap Sepak Bola Malaysia

Sanksi FIFA ini datang di saat Timnas Malaysia tengah gencar membangun kekuatan melalui program naturalisasi, mirip dengan yang dilakukan oleh rival-rival di kawasan ASEAN.

Hukuman tersebut tidak hanya merugikan FAM secara finansial, tetapi juga secara moral dan teknis.

Absennya tujuh pemain kunci selama setahun penuh dipastikan akan menjadi pukulan telak bagi skuad Harimau Malaya yang sedang berjuang di kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia.

Ini juga menjadi sorotan tajam bagi klub-klub yang menaungi para pemain tersebut, termasuk klub elit Eropa yang memiliki pemain di antaranya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua federasi sepak bola di dunia, khususnya di Asia Tenggara yang marak melakukan naturalisasi, untuk selalu memastikan integritas dan keabsahan setiap dokumen yang diajukan demi menjunjung tinggi fair play dan martabat olahraga.

Kini, publik menanti bagaimana hasil banding FAM, yang akan menentukan masa depan Timnas Malaysia di kancah sepak bola global. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#sepak bola #disiplin #naturalisasi #dokumen #fifa #hukuman #denda #timnas #turnamen #sepakbola #sanksi #kualifikasi #malaysia