Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bali United Keok di Kandang Persita Tangerang, Berikut Tiga Klub yang Terdegradasi ke Liga 2

I Wayan Widyantara • Rabu, 1 Mei 2024 | 18:12 WIB

Pemain Bali United merayakan gol. Namun, dalam pertandingan kemarin, Bali United kalah dari Persita Tanggerang dengan skor 4-2.
Pemain Bali United merayakan gol. Namun, dalam pertandingan kemarin, Bali United kalah dari Persita Tanggerang dengan skor 4-2.
radarbuleleng.id– Bermain buruk di kondisi rumput lapangan yang buruk, membuat Bali United keok dibantai oleh tuan rumah Persita Tangerang dalam laga penutup Liga 1 musim 2023/2024 sore kemarin.

Rekor tak pernah terkalahkan dalam tujuh pertandingan dari Persita Tangerang pun akhirnya pecah telur. 

Laga Persita versus Bali United dipaksa mundur selama 45 menit dari jadwal yang sudah ditetapkan.

Hal ini karena stadion Indomilk Arena tergenang air akibat hujan deras sebelumnya. Pihak penyelenggara dan wasit yang memimpin pertandingan pun memutuskan untuk mengundurkan kick off menjadi pukul 16.45.

Dalam pertandingan kali ini, Bali United melakukan rotasi besar-besaran. Muhammad Ridho kini dipercayakan akan mengawal gawang Bali United.

Kemudian untuk lini bek tengah, duet Haudi Abdillah dan Jajang Mulyana. Sementara di bek sayap, Kadek Arel dan Made Andhika siap menopang dari sisi sayap pertahanan Serdadu Tridatu.

Selanjutnya di lini tengah, Kadek Agung akan menjadi penopang transisi menyerang dan bertahan bersama Mohammed Rashid dan Ramdani Lestaluhu.

Dan untuk lini serang, Yabes Roni dan Rahmat Arjuna siap menopang senjata utama Serdadu Tridatu yang dihuni oleh Jefferson Assis.

Di menit awal, Persita menguasi jalannya pertandingan. Meski gelindingan bola tak mulus karena masih tersisa genangan air.

Namun para pemain Persita masih tetap bermain ngotot karena sangat membutuhkan kemenangan di pertandingan ini untuk mengamankan diri agar tak turun ke Liga 2.

Butuh waktu 14 menit untuk pemain Persita memecah kebuntuannya.

Kecepatan Hasan Nader, penyerang Persita yang menerobos lini bek kiri Bali United membuatnya bisa memberikan assist kepada Esal Sahrul yang berada di jantung pertahanan.

Gol pun tercipta dan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Persita.

Namun keungulan tersebut hanya bertahan 3 menit saja. Rahmat Arjuna, pemain muda Bali United mampu memanfaatkan umpan silang dari Yabes Roni dan diselesaikan dengan gol melalui sundulannya.

Skor pun menjadi sama kuat, 1-1. Tak perlu berlama-lama, Esal Sahrul kembali membalasnya dengan mencetak gol keduanya.

Gol kedua Esal dicetak melalui sundulan tajamnya. Ini memperlihatkan lini tengah Bali United belum menemukan ritme terbaiknya.

Unggul 2-1, Persita kembali ingin mengamankan dirinya, meski dalam jalannya laga lainnya, RANS Nusantara sudah tertinggal 2-0 dari PSM Makassar. Yang artinya jika RANS Nusantara kalah, Persita pasti tidak terdegradasi.

Namun Persita tak mau nasibnya bergantung dengan pertandingan lain. Hassan Nader melihat celah ketika kiper Bali United, M. Ridho berada terlalu jauh dari gawangnya.

Ia pun melakukan tembakan jarak jauh dan gol gantung pun tercipta dengan indah. Skor pun menjadi 3-1 untuk keunggulan Persita.

Persita kembali memperlebar golnya menjadi 4-1 setelah Rifky Dwi Septiawan mencetak gol dimenit ke 37 dengan memanfaatkan lemahnya lini belakang Bali United.

Tertinggal banyak gol, para pemain Bali United tampak kebingungan. Begitu juga teror yang dilakukan ke lini pertahanan Persita begitu mudah dipatahkan.

Wasit pun meniup peluit pertanda berakhirnya babak pertama.

Lima menit ketika babak kedua di mulai, RANS Nusantara kalah dari PSM Makassar dengan skor 3-2.

Ini artinya, apapun hasil dari pertandingan antara Persita dan Bali United tidak akan membuat Persita dan bahkan juga Arema terdegradasi ke Liga 2.

Sebab, sudah dipastikan, Persikabo 1973, Bhayangkara FC dan RANS Nusantara harus turun kasta.

Hal ini pun membuat para pemain Persita bermain enjoy. Terlebih sudah unggul jauh dari Bali United.

Sementara itu, Bali United melakukan sedikit perubahan. Haudi Abdilah diganti Taufik Hidayat, kemudian M. Rashid pun digantikan Made Tito dan Ramdani Lestaluhu digantikan Novri Setiawan.

Pergantian pemain membuat Bali United sedikit menguasai jalannya pertandingan.

Beberapa kali, anak asuh dari Stefano “Teco” Cugurra ini melakukan serangan dan Taufik Hidayat yang masuk di babak kedua akhirnya berhasil mencetak gol melalui tembakan mendatar dari luar kotak pinalti di menit 60 dan memperkecil skor menjadi 4-2.

Penyegaran kembali dilakukan Teco dengan mengganti Kadek Agung dengan Tegar Infrantrie.

Selain itu, pemain termuda berusia 17 tahun di Bali United, Maori Ananda pun dimainkan untuk pertama kalinya dengan mengganti Rahmat Arjuna di menit ke 75.

Pelatih asal Brasil itu memenuhi janjinya untuk memberikan kesempatan kepada para pemain yang jarang mendapatkan waktu bermain di musim ini.

Namun sayangnya, hingga peluit babak kedua berakhir, tidak ada lagi gol yang tercipta. Skor akhir pun ditutup dengan skor 4-2 untuk kemenangan Persita Tangerang.

“Tim Persita main lebih baik daripada kami di babak pertama. Tim kami mungkin susah adaptasi dengan lapangan yang banjir. Tuan rumah (Persita) pasti lebih enak, karena sering main di sini (Indomilk Arena),” kata Teco.

Kemudian di babak kedua, Teco menyebut timnya bermain lebih baik. Namun skor sudah terlampau jauh meski mampu mencetak satu gol.

“Tapi Persita memang layak menang hari ini dan juga layak bertahan di Liga 1,” ujarnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#liga 2 #liga 1 #RANS Nusantara #persita tangerang #terdegradasi #bali united #Bayangkara FC