RadarBuleleng.id - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengusulkan membentuk Liga 4 Nasional. Liga ini merupakan liga tambahan dari liga-liga yang sudah eksis di Indonesia.
Selama ini di tingkat nasional sudah ada 3 kasta liga yang berlaku. Yakni Liga 1, Liga 2, dan Liga 3.
Belum lagi liga di tingkat provinsi dan tingkat kabupaten. Selain di tingkat nasional, rata-rata di tingkat provinsi dan kabupaten juga memberlakukan 3 kasta liga.
Terkini PSSI ingin membentuk Liga 4. Ide itu dilontarkan Erick Thohir dalam Kongres PSSI.
Menurut Erick, Liga 4 dibentuk sebagai wujud transformasi sepak bola tanah air agar liga Indonesia bisa semakin mendunia.
Hal itu cukup beralasan, karena Liga 3 Indonesia selama ini terlalu padat. Lebih dari 50 klub merumput pada kompetisi Liga 3.
Erick mengatakan, sepakbola di Indonesia masih kurang dalam hal kuantitas. Hal itu berpengaruh pada kurangnya pembinaan pemain yang dampaknya adalah minimnya jumlah pemain berbakat dengan kualitas mumpuni di level tertinggi.
Harapannya lewat Liga 4, akan muncul bibit-bibit pemain berkualitas yang ditempa dalam sebuah persaingan kompetisi liga antar klub.
Nantinya, bibit-bibit pemain berkualitas itu akan semakin terlatih dan bertambah jam terbangnya dalam menjalani pertandingan kompetisi resmi.
Meski ide tersebut dilontarkan dalam Kongres PSSI, Erick Thohir menegaskan liga tersebut tidak akan digelar dalam waktu dekat.
Erick menyatakan Liga 4 Indonesia direncanakan untuk digelar paling cepat pada tahun 2026 mendatang.
Menurutnya Liga 4 akan menjadi terobosan dalam sepak bola Indonesia. Dalam liga itu akan ada perbaikan manajemen kompetisi liga sepakbola.
"Liga harus bisa bertransformasi. Jika liga 1 dan 2 harus bertransformasi, maka liga 3 dan 4 harus terus didorong dengan perbaikan manajemen liga," tegas Erick.
Demi mewujudkan terbentuknya Liga 4, Erick pun turut meminta para stakeholder mendukung hal tersebut, demi kemajuan persepakbolaan Indonesia.
"Harus ada terobosan. Jika ada yang tidak mau, ya jangan salahkan jika tertinggal," ujar pria yang juga Menteri BUMN itu. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya