SINGARAJA, radarbuleleng.id– Sebanyak 37 pelatih renang dari 8 klub di Kabupaten Buleleng mendapatkan kesempatan emas.
Mereka mendapatkan pelatihan langsung dari pelatih tim nasional (timnas) renang Indonesia, yakni Albert Christiadi Sutanto.
Pelatihan dalam bentuk coaching clinic ini berlangsung sejak tanggal 8-10 November 2024 di Bali utara.
Albert Christiadi diketahui mantan perenang andalan Indonesia, bahkan menjadi andalan dalam Olimpiade Sydney dan Athena.
Tentu saja kedatangannya ini sebagai upaya meningkatkan kembali kualitas para perenang di Buleleng, yang tentunya berimbas pada prestasi atlet yang ada.
”Ini bentuk jengah untuk Buleleng. Jadi harus benar-benar dimanfaatkan. Di Porprov Bali nanti, kami pastikan akan meraih emas,” ujar Ketua Akuatik Buleleng, I Made Sumarga Jaya pada Minggu (10/11) siang.
Dengan didatangkannya pelatih kaliber ini, tentu saja harapan bangkitnya cabang olahraga (cabor) akuatik di Buleleng dapat terbuka lebar.
Memang target terdekat adalah raihan medali emas dalam Porprov Bali 2025 nanti.
Apalagi pada Porprov Bali 2023 lalu, cabor akuatik hanya mampu menyumbangkan 1 perak dan 3 perunggu.
”Buleleng sudah punya kolam standar nasional, sekarang pelatihnya sudah ada juga. Jadi tidak ada alasan lagi untuk akuatik Buleleng tidak meraih emas,” tegas Ketua Umum KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja.
Selama coaching clinic, pelatih Albert Christiadi membawa 6 materi yang disampaikan kepada para pelatih renang di Kabupaten Buleleng.
Mulai dari teknik, strategi, hingga pelatihan di lapangan. Serta fokus pada psikologi, anatomi, dan teknik renang.
Semua yang diajarkan kepada para pelatih renang di Buleleng, diharapkan dapat ditularkan kepada para atlet maupun bibit muda perenang di Bali utara.
Sebab kehadirannya ke Buleleng diharapkan dapat membantu bersinarnya akuatik Buleleng.
”Teknik renang saya berikan selama 2,5 jam. Juga membuka banyak ruang untuk diskusi dan tanya jawab. Ada praktek untuk drill gaya renang,” ungkapnya.
Albert Christiadi yang merupakan Atlet terbaik SEA Games 1999 itu menambahkan, kalau cabor akuatik Buleleng harus benar-benar konsisten dalam membina atlet dan bibit muda renangnya.
Sebab dari pengalaman dan pengamatannya, banyak pelatih yang ternyata hanya sekedar saja dalam memberikan ilmu dan materi kepada atlet binaannya, alias tanpa ada keberlanjutan jelas.
Hal ini berdampak pada prestasi yang semangat di awal, namun lemas dan kendur pada akhirnya.
Sehingga pembinaan yang bermutu, lanjut Albert Christiadi, harus dilakukan sejak dini untuk hasil yang maksimal.
Apalagi katanya, Buleleng memiliki satu orang perenang yang lolos mewakili Indonesia, ke ajang ASEAN tahun depan.
”Selama ini hanya komitmen saja, tapi tidak ada kelanjutannya. Tapi harus juga konsisten. Artinya terus belajar,”pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak