SINGARAJA, Radarbuleleng.jawapos.com- Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC) telah memastikan bahwa Piala Dunia Panjat Tebing 2025 akan berlangsung di Bali pada 2–4 Mei mendatang.
Keputusan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah ajang panjat tebing bergengsi, setelah sukses menyelenggarakan kompetisi serupa di Jakarta pada tahun 2022 dan 2023.
Lokasi di Bali pun semakin jelas. Ketua KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja, mengonfirmasi bahwa kejuaraan ini akan dihelat di Badung Selatan, tepatnya di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK). "99 persen di GWK," sebutnya.
Namun, meskipun Buleleng awalnya diharapkan menjadi tuan rumah, rencana tersebut harus disesuaikan dengan berbagai pertimbangan, meskipun dunia panjat tebing di wilayah ini terus berkembang.
Peninjauan sarana panjat tebing yang ada menjadi langkah penting dalam mempersiapkan Indonesia menjadi pusat olahraga ekstrem ini.
Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, yang baru-baru ini meninjau fasilitas tersebut bersama Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa, mengungkapkan bahwa Buleleng memiliki potensi besar untuk mendukung prestasi atlet panjat tebing Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Lihadnyana mengumumkan bantuan sebesar Rp 1 miliar untuk rehabilitasi sarana olahraga panjat tebing di Buleleng.
Bantuan ini diberikan melalui Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buleleng, yang telah menghasilkan sejumlah atlet berprestasi, mengharumkan nama Bali dan Indonesia di kancah internasional.
Lihadnyana berharap bahwa bantuan ini akan semakin memotivasi atlet muda untuk mengejar prestasi di berbagai ajang kompetisi.
"Dengan bantuan ini, kami berharap Buleleng bisa kembali berprestasi. Kita tahu bahwa Buleleng memiliki potensi luar biasa, dengan masyarakat yang produktif dan tak kenal menyerah. Kami ingin semangat itu tetap terjaga," ujar Lihadnyana dengan penuh harap.
Sementara itu, Ketua FPTI Buleleng, H. Wahjoedi, mengungkapkan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan standar fasilitas sarana panjat tebing di Buleleng menjadi setara dengan standar nasional.
Proses rehabilitasi sedang berlangsung, dengan beberapa fasilitas mengalami perbaikan, termasuk pelebaran dinding untuk kategori kecepatan yang kini akan menjadi 12 meter sesuai dengan standar nasional.
"Selain pelebaran, akan ada penggantian dan perubahan jalur untuk meningkatkan kualitas arena. Semua perbaikan ini bertujuan untuk memastikan sarana yang ada dapat mendukung perkembangan atlet-atlet kita," jelas Wahjoedi.
Tidak hanya itu, dengan adanya rehabilitasi ini, Buleleng juga dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan bergengsi lainnya, seperti Grand Final Sirkuit Bali dan Grand Final Kejuaraan Eiger yang dijadwalkan pada September mendatang.
Kejuaraan-kejuaraan tersebut sekaligus akan memeriahkan perayaan HUT FPTI Buleleng, menunjukkan bahwa Buleleng kini semakin siap untuk menggelar event-event besar yang turut memperkuat posisi Bali sebagai pusat olahraga panjat tebing.***
Editor : Donny Tabelak