Bali United Ditinggal 5 Pemain Asing, Pemain Tua Jadi Incaran Pelatih Baru Johnny Jansen
I Wayan Widyantara• Rabu, 11 Juni 2025 | 21:05 WIB
Salah satu nama yang belakangan mencuat dan santer dikaitkan dengan Bali United adalah Jens Toornstra, gelandang senior yang kini membela FC Utrecht. Toornstra merupakan pemain berpengalaman.
Radarbuleleng.jawapos.com– Kompetisi Liga 1 2024/25 telah berakhir. Saat ini, bursa transfer terutama di tubuh Bali United makin menarik.
Klub asal Pulau Dewata itu kini tengah berbenah menyambut musim baru, menyusul hengkangnya sejumlah pemain asing dan peralihan kursi kepelatihan.
Setidaknya lima pemain asing dipastikan meninggalkan Bali United setelah musim 2024/25.
Mereka adalah Adilson Maringa, Mitsuru Maruoka, Elias Dolah, Everton Nascimento, dan Privat Mbarga.
Hengkangnya lima pemain asing tersebut terjadi tak lama setelah pelatih kepala Stefano Cugurra alias Teco memutuskan mundur dari jabatannya.
Namun, manajemen Bali United bergerak cepat dengan menunjuk pelatih asal Belanda, Johnny Jansen, sebagai nakhoda baru Bali United.
Jansen bukan nama asing di dunia sepak bola Eropa, khususnya Belanda. Ia sebelumnya menangani klub Eredivisie, PEC Zwolle.
Kedatangannya ke Bali United membuka kemungkinan besar adanya aroma Eropa yang lebih kental di skuad Serdadu Tridatu musim depan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Coach Jansen memiliki keinginan kuat untuk mendatangkan empat pemain asal Belanda, yang sebagian merupakan mantan anak asuhnya di PEC Zwolle.
Salah satu nama yang belakangan mencuat dan santer dikaitkan dengan Bali United adalah Jens Toornstra, gelandang senior yang kini membela FC Utrecht.
Toornstra merupakan pemain berpengalaman yang telah malang melintang di Eredivisie. Meski telah berusia 36 tahun, kualitas dan visi bermainnya masih dianggap mumpuni.
Kans mendatangkan Jens Toornstra cukup terbuka karena kontraknya bersama FC Utrecht akan habis pada 30 Juni 2025. Jika tidak diperpanjang, ia akan berstatus bebas transfer.
Nama besar lain yang dikaitkan dengan Bali United adalah Dries Mertens, mantan top skor sepanjang masa Napoli dan pemain timnas Belgia.
Saat ini, Mertens masih bermain di Galatasaray, klub papan atas Liga Turki. Namun, kontraknya juga akan berakhir pada 30 Juni 2025.
Jika tidak mendapat perpanjangan, Mertens bisa berstatus bebas transfer dan terbuka kemungkinan membela klub manapun, termasuk Bali United.
Kabar ini mengundang reaksi dari kalangan pengamat sepak bola di Bali. Satya Wibhawa, salah satu pengamat sepak bola lokal, menilai bahwa keinginan Bali United mendatangkan pemain berpengalaman bukan langkah keliru.
”Tak apa rekrut pemain yang sudah cukup tua. Tapi sebaiknya jangan lebih dari satu. Kan bisa jadi panutan pemain muda di lapangan nanti,” ujar Satya, Selasa (10/6).
Menurutnya, Bali United membutuhkan sosok pemimpin di tengah lapangan, seperti halnya ketika klub itu pernah diperkuat oleh Nick Van der Velden.
”Bali butuh sosok pemain yang auranya kuat di tengah lapangan. Dulu saat ada Nick Van der Velden, permainan Bali United jadi lebih menarik dan lebih berani. Walau Nick tidak ikut juara, dia membawa aura positif,” imbuh Satya.
Sampai saat ini, manajemen Bali United masih menutup rapat siapa saja pemain asing yang sudah resmi diincar atau dihubungi.
Namun, kabar ketertarikan terhadap pemain-pemain Eropa senior mengindikasikan bahwa klub asal Pulau Dewata itu tengah melakukan reposisi besar dalam menyusun kerangka tim untuk musim mendatang.
Dengan Liga 1 2025/26 yang diperkirakan akan semakin kompetitif, kehadiran pemain berpengalaman di tubuh Bali United bisa menjadi kunci untuk kembali bersaing di papan atas klasemen.***