Radarbuleleng.jawapos.com- Di tengah semangat menyambut musim kompetisi BRI Super League 2025/26, suasana berbeda menyelimuti skuad Bali United pada Rabu (16/7) lalu. Seperti apa?
Bukannya latihan intens di lapangan, para pemain dan staf pelatih justru menempuh perjalanan spiritual, mengikuti prosesi Tirta Yatra, tradisi tahunan sembahyang bersama ke sejumlah pura suci di Bali.
Pagi itu, rombongan Serdadu Tridatu memulai perjalanan dari Bali United Training Center di Pantai Purnama.
Mengenakan pakaian adat Bali, mereka bergerak ke Pura Er Jeruk, lalu singgah di Stadion Kapten I Wayan Dipta, kandang kebanggaan mereka.
Perjalanan dilanjutkan ke Pura Ulun Danu Batur yang sejuk di Kintamani, dan ditutup dengan sembahyang khusyuk di Pura Besakih, pura terbesar dan tersakral di Pulau Dewata.
Yang menarik, ini bukan hanya soal ritual. Ini tentang penyatuan hati, budaya, dan semangat tim.
Pelatih Bali United asal Belanda, Johnny Jansen, untuk pertama kalinya mengenakan pakaian adat Bali.
”Dulu saya ke Bali sebagai turis, tapi sekarang datang sebagai bagian dari keluarga besar Bali United. Rasanya berbeda sekali, saya sangat menghargai tradisi ini," ucapnya dengan senyum lebar.
Para pemain asing pun tak kalah antusias. Boris Kopitovic, striker asal Montenegro, mengaku ini pengalaman pertamanya memakai baju adat. ”Sangat indah. Saya senang bisa menjadi bagian dari kegiatan spiritual ini bersama tim," katanya.
Sementara Tim Receveur, gelandang asal Belanda yang baru bergabung, terlihat berbincang santai dengan umat saat rekan-rekannya melakukan persembahyangan.
”Dulu saya ke sini cuma dua jam saat liburan. Sekarang seharian penuh dan jauh lebih dalam maknanya. Tradisi seperti ini sangat penting, terutama bagi kami yang baru datang ke Bali," ujarnya.
Bagi Bali United, Tirta Yatra bukan sekadar seremoni pembuka musim. Ini adalah momen refleksi dan penyatuan.
Di tengah persiapan fisik dan taktik, mereka meyakini bahwa kekuatan spiritual juga jadi penentu langkah mereka di lapangan.
Kini, mata mereka tertuju ke laga perdana: Bali United vs Persik Kediri, 10 Agustus 2025 mendatang.
Tapi sebelum peluit berbunyi, mereka sudah lebih dulu menguatkan diri, bukan hanya sebagai pemain, tapi sebagai manusia yang menghormati budaya dan berdoa bersama demi satu tujuan: membawa Bali United berjaya.***
Editor : Donny Tabelak