RadarBuleleng.id - Tim Kickboxing Kabupaten Buleleng mencatat prestasi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025.
Bertanding di GOR Lotring, Kuta, pada 12–13 September, kontingen Buleleng yang menurunkan sembilan atlet harus puas mengoleksi 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Hasil tersebut menempatkan Buleleng di posisi ketiga klasemen perolehan medali cabang kickboxing, di bawah Badung (9 medali) dan Denpasar (8 medali).
Meski begitu, prestasi itu tidak sepenuhnya berjalan mulus. Aroma kontroversi menyelimuti jalannya pertandingan setelah muncul dugaan konflik kepentingan dalam penunjukan wasit.
Manajer tim Kickboxing Buleleng, I Ketut Reksa Wijaya, bahkan melayangkan surat keberatan resmi kepada Technical Delegate (TD) Porprov Bali XVI.
Surat bertanggal 13 September 2025 itu menyoroti penugasan Gede Eka Putra Suardhana sebagai wasit dalam laga yang melibatkan atlet Buleleng.
Baca Juga: Amor ing Acintya. Pekerja Migran Asal Buleleng Meninggal di Turki. Relawan Galang Donasi
Reksa menilai keputusan tersebut berpotensi menimbulkan ketidaknetralan dan merugikan atlet.
Apalagi putra dari Gede Eka, yakni Gede Erland Pranatha turut berlaga di Porprov Bali 2025. Erland diketahui membela Kontingen Badung.
”Hasil pertandingan kami terima secara sportif. Tapi bagaimana hasil itu diperoleh, itu yang menjadi keberatan kami. Kami ingin cabor kickboxing menjadi percontohan fair play,” tegas Reksa.
Langkah keberatan tersebut menurutnya bukan semata-mata soal hasil, melainkan bentuk perlindungan agar atlet tidak menjadi korban dari potensi keberpihakan.
Merespons surat tersebut, Technical Delegate Kickboxing Porprov Bali XVI, Oktavian Eka Putra dan Budiarto, langsung mengeluarkan pernyataan resmi.
Mereka tetap menegaskan dedikasi para wasit dan juri, namun mengakui perlunya langkah antisipasi agar tidak muncul persepsi negatif.
TD Kick Boxing juga telah merekomendasikan agar Ketua Wasit Juri dan Supervisor mempertimbangkan penyesuaian tugas bagi Gede Eka Putra Suardhana, khususnya pada laga yang melibatkan atlet Buleleng maupun atlet atas nama Gede Erland Pranatha.
”Langkah ini semata-mata untuk menjaga netralitas dan menghindari potensi persepsi yang dapat mengganggu jalannya pertandingan,” tulis TD dalam surat balasannya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya