Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Media Spanyol Geger! Temuan FIFA: Kakek Facundo Garcés Terbukti Bukan Kelahiran Malaysia

Acep Tomi Rianto • Selasa, 7 Oktober 2025 | 19:34 WIB
Facundo Garcés yang terancam sanksi berat.
Facundo Garcés yang terancam sanksi berat.

RadarBuleleng.id – Dunia sepakbola Spanyol, khususnya klub Deportivo Alavés, digegerkan oleh temuan terbaru dari FIFA yang membongkar skandal pemalsuan dokumen naturalisasi di tubuh timnas Malaysia.

Fokus utama sorotan media-media besar Spanyol seperti Marca dan AS tertuju pada salah satu pemain kunci mereka, bek andal asal Argentina, Facundo Garcés, yang terancam sanksi berat.

Pemalsuan Dokumen Asal-usul Keluarga Terkuak

Dalam sebuah putusan yang dirilis FIFA, terungkap bahwa Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah memalsukan dokumen identitas untuk tujuh pemain naturalisasi, termasuk Facundo Garcés.

Pemalsuan ini bertujuan untuk memenuhi syarat kelayakan bermain (eligibility) di bawah aturan FIFA, yang memungkinkan seorang pemain membela tim nasional jika memiliki kakek atau nenek yang lahir di negara tersebut.

Temuan FIFA secara eksplisit membantah klaim yang diajukan oleh FAM terkait garis keturunan Garcés.

FAM mengklaim kakek Facundo Garcés, Carlos Rogelio Garces Fernandez, lahir di Penang, Malaysia.

Namun berdasarkan temuan FIFA, Carlos Rogelio Garces Fernandez ternyata lahir di Villa María Selva, Santa Fe de la Cruz, Argentina.

Fakta tersebut memastikan bahwa kakek Garcés sama sekali tidak memiliki hubungan kelahiran dengan Malaysia, melainkan berasal dari Provinsi Santa Fe, Argentina, provinsi yang sama dengan megabintang sepak bola Lionel Messi.

Garcés sendiri adalah pemain kelahiran Santa Fe, Argentina, 26 tahun lalu.

Sanksi dari FIFA ini langsung berdampak besar, terutama bagi Facundo Garcés dan klubnya, Deportivo Alavés yang berkompetisi di La Liga Spanyol.

FIFA menjatuhkan sanksi larangan berpartisipasi dalam semua kegiatan yang berhubungan dengan sepak bola selama 12 bulan kepada Garcés dan enam pemain naturalisasi Malaysia lainnya yang terlibat, ditambah denda. Hukuman ini berlaku di tingkat internasional maupun klub.

Media Spanyol seperti Marca dan AS menyoroti bahwa sanksi ini merupakan kejutan besar bagi Alavés.

Garcés adalah pilar penting di lini belakang tim, yang selalu bermain penuh dalam enam pertandingan awal La Liga musim 2025-2026.

Alavés bahkan harus mencoret namanya dari skuad dan menyatakan telah menerima pemberitahuan resmi dari FIFA.

FAM sendiri telah menyatakan akan mengajukan banding atas putusan FIFA, bahkan berencana membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Mereka mengklaim telah bertindak jujur dan transparan, serta menegaskan bahwa FIFA sebelumnya telah menyetujui kelayakan para pemain tersebut.

Namun, beberapa media ternama Spanyol bahkan mendesak Deportivo Alavés untuk mempertimbangkan menuntut ganti rugi kepada FAM.

Hal tersebut didasari oleh kerugian besar yang diderita Alavés akibat kehilangan pemain kunci mereka selama satu tahun penuh akibat skandal yang diduga melibatkan pemalsuan data oleh pihak federasi.

Facundo Garcés hanyalah satu dari tujuh pemain naturalisasi yang dokumen garis keturunannya dibongkar oleh FIFA.

Investigasi menyeluruh menunjukkan bahwa tidak satu pun kakek atau nenek dari ketujuh pemain ini terbukti lahir di Malaysia. Mereka justru berasal dari Spanyol, Argentina, Brasil, dan Belanda.

Berikut sejumlah pemain dan temuan yang berhasil diungkap oleh FIFA:

1. Facundo Garcés berbasis di Penang, Malaysia, dokumen FIFA mengungkap sang kakek lahir di Villa María Selva, Argentina

2. Gabriel Felipe Arrocha, berbasis di Melaka, Malaysia. Dokumen FIFA mengungkap sang kakek lahir di Santa Cruz de la Palma, Spanyol.

3. Rodrigo Julián Holgado, berbasis di George Town, Malaysia. Dokumen FIFA mengungkap kakeknya lahir di Caseros, Buenos Aires, Argentina.

4. Imanol Javier Machuca, berbasis di Penang, Malaysia. Dokumen FIFA mengungkap kakeknya lahir di Roldán, Argentina.

5. João Vitor Figueiredo berbasis di Johor, Malaysia. Dokumen FIFA mengungkap kakeknya lahir di Abre Campo, Brasil.

6. Jon Irazábal Iraurgui berbasis di Kuching, Malaysia. Dokumen FIFA mengungkap kakeknya lahir di  Villa de Guernica y Luno, Spanyol.

7. Hector Alejandro Hevel, berbasis di Malaka, Malaysia. Dokumen FIFA mengungkap kakeknya lahir di Den Haag, Belanda.

Kasus ini telah memicu krisis kepercayaan dalam sepak bola Malaysia dan kini menjadi perhatian internasional, khususnya di Spanyol karena keterlibatan pemain kunci La Liga.

Masa depan Facundo Garcés di Alavés dan Timnas Malaysia kini sepenuhnya bergantung pada hasil banding dan keputusan final dari CAS. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#sepak bola #pemain #naturalisasi #fifa #spanyol #timnas #sepakbola #argentina #malaysia