Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kisah Sukses Cape Verde Lolos Piala Dunia 2026. Negara Kecil di Afrika, Penduduknya Lebih Sedikit dari Pulau Bali

Acep Tomi Rianto • Rabu, 15 Oktober 2025 | 01:30 WIB
Pemain Cape Verde melakukan selebrasi setelah memastikan tiket menuju Piala Dunia 2026.
Pemain Cape Verde melakukan selebrasi setelah memastikan tiket menuju Piala Dunia 2026.

RadarBuleleng.id - Cape Verde, negara kepulauan di Afrika Barat, baru saja mengukir sejarah terbesar dalam dunia sepakbola mereka.

Dengan populasi yang tak lebih banyak dari sebuah kabupaten di Indonesia, mereka berhasil mengamankan tiket untuk bertanding pada ajang Piala Dunia FIFA 2026.

Tim Nasional Cape Verde, yang dijuluki Blue Sharks, memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 setelah dilaga terakhir mengalahkan Eswatini dengan skor meyakinkan 3-0.

Mereka berhasil memuncaki Grup D dengan mengoleksi 23 poin, mengungguli negara-negara Afrika yang secara tradisi lebih kuat dan berpengalaman di Piala Dunia, seperti Kamerun dan Angola.

Kelolosan ini menjadi debut bersejarah bagi Cape Verde di ajang sepak bola terbesar dunia.

Mereka menjadi salah satu tim debutan yang akan tampil di Piala Dunia 2026, menyusul Yordania dan Uzbekistan dari Asia.

Hal yang membuat kisah sukses Cape Verde semakin menarik dan inspiratif adalah fakta mengenai negara dan populasi mereka.

Cape Verde merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak di sisi barat Benua Afrika.

Negara republik ini juga dikenal dengan sebutan Cabo Verde maupun Tanjung Verde.

Penduduk di negara kepulauan ini juga sangat sedikit. Berdasarkan pendataan pada tahun 2024, jumlah penduduk di negara ini diperkirakan sebanyak 542.877 jiwa.

Jumlah itu sangat sedikit bila dibandingkan dengan Pulau Bali yang jumlah penduduknya sebanyak 4.375.263 jiwa.

Bahkan jumlah penduduk Cape Verde masih lebih sedikit dibandingkan dengan penduduk di Kabupaten Buleleng, Bali, yang sebanyak 826.740 jiwa.

 

Keberhasilan luar biasa ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada pencapaian tim yang saat ini menempati peringkat ke 70 di Ranking FIFA ini.

Salah satu kunci utama adalah stabilitas kepemimpinan pelatih Bubista Leitao Brito.

Ia telah menangani tim sejak tahun 2020. Kontinuitas ini memungkinkan ia membangun sistem permainan, stabilitas, dan kedisiplinan yang kuat dalam skuad Blue Sharks.

Sebagian besar kekuatan Timnas Cape Verde berasal dari pemain yang berkarier di luar negeri (diaspora), terutama di liga-liga Eropa seperti Portugal, Prancis, Yunani, dan Turki.

Pengalaman bermain di level kompetisi yang tinggi di Eropa memberi kontribusi signifikan terhadap kualitas dan mentalitas bertanding tim.

Hal tersebut sangat penting mengingat Liga Domestik Cape Verde sendiri hanya memiliki sedikit klub profesional.

Masyarakat Cape Verde dikenal dengan istilah "Morabeza", yang secara harfiah berarti keramahan dan kebaikan hati terhadap tamu.

Semangat persatuan dan dukungan yang hangat ini juga terasa di dalam tim, menumbuhkan kekompakan yang tak tertandingi saat berjuang di kualifikasi.

Kelolosan Cape Verde ke Piala Dunia 2026, di tengah format baru dengan 48 tim peserta, adalah sebuah dongeng sepak bola yang sesungguhnya.

Kisah mereka membuktikan bahwa ukuran negara, populasi, dan luas wilayah bukanlah penentu utama dalam mengukir sejarah di panggung olahraga global.

Cape Verde telah menunjukkan kepada dunia bahwa dengan manajemen yang tepat, stabilitas pelatih, dan dukungan dari pemain-pemain diaspora yang berpengalaman, negara kecil sekalipun dapat menaklukkan raksasa dan meraih mimpi terbesar mereka. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#indonesia #bali #Kepulauan #kamerun #Tim Nasional #fifa #Cape Verde #sejarah #piala dunia #afrika #populasi #Negara #angola #sepakbola #asia #buleleng #Tanjung Verde