RadarBuleleng.id - Pelatih kepala Bali United FC, Johnny Jansen, kembali memimpin latihan tim Serdadu Tridatu di Lapangan Trisakti, Jimbaran, Rabu (15/10/2025) pagi, setelah pulang kampung ke Belanda.
Kepulangannya membawa angin segar bagi skuad Bali United yang tengah bersiap menghadapi Persijap Jepara pada lanjutan BRI Super League musim 2025/2026.
Mereka dijadwalkan menghadapi Laskar Kalinyamat - julukan Persijap - pada Minggu (19/10/2025) malam, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara.
Selama jeda FIFA Match Day Oktober, Jansen sempat kembali ke Belanda untuk urusan pribadi.
Posisi pelatih sementara dipegang oleh asisten pelatih Jeffrey Talan dan Ronnie Pander.
Begitu tiba di Bali, pelatih berusia 50 tahun itu langsung turun ke lapangan dan memantau kondisi seluruh pemainnya.
“Kami selalu berbicara tentang komitmen. Setiap pemain harus memberikan 100 persen di latihan maupun pertandingan. Semua pihak di tim ini saling mendukung untuk mengembangkan Bali United menjadi lebih baik,” ujar Jansen seusai latihan.
Bali United kini berada di posisi ke-11 klasemen sementara dengan 9 poin dari tujuh laga (dua menang, dua kalah, tiga imbang). Sedangkan Persijap Jepara, tim promosi musim ini, menempel ketat di posisi ke-13 dengan 8 poin.
Meski Persijap berstatus pendatang baru, Jansen menilai laga tandang ini tak akan mudah.
“Mereka punya semangat tinggi sebagai tim promosi. Bermain di kandang sendiri tentu membuat mereka ingin tampil maksimal di depan suporternya. Kami harus waspada,” katanya.
Sejak resmi menukangi Bali United pada Mei 2025, Jansen sudah memimpin tujuh laga resmi dan delapan uji coba.
Ia mengakui masih berproses memahami karakter sepak bola Indonesia yang disebutnya “unik dan penuh dinamika”.
“Kadang kami bermain sangat baik, tapi di laga berikutnya performa bisa menurun. Transisi permainan masih harus ditingkatkan agar kami bisa lebih konsisten,” ungkap mantan pelatih PEC Zwolle itu.
Menurutnya, intensitas pertandingan di Indonesia sangat tinggi. Faktor eksternal seperti tekanan suporter dan keputusan wasit kerap memengaruhi atmosfer di lapangan.
“Kadang suasana pertandingan bisa berubah cepat karena reaksi penonton. Tapi hubungan antara tim dan suporter di Bali sangat kuat. Saya bisa merasakan ikatan emosional yang luar biasa,” ujarnya.
Jansen menegaskan dirinya datang bukan sekadar untuk mengejar hasil instan, melainkan membangun fondasi jangka panjang bagi Serdadu Tridatu.
Fokusnya adalah menciptakan permainan atraktif dengan disiplin tinggi di semua aspek.
“Saya ingin Bali United punya gaya bermain yang menarik dan berkarakter. Semua proses ini butuh waktu, tapi kami membangunnya untuk masa depan, bukan hanya musim ini,” tegasnya.
Ia juga menyebut adaptasi terhadap karakter pemain Indonesia menjadi tantangan tersendiri.
“Saya berusaha memberikan energi positif dan pemahaman taktik dengan cara yang mudah diterima. Beberapa pemain muda memang butuh waktu, tapi kami punya program latihan yang disiplin,” imbuhnya.
Meski enggan sesumbar soal gelar juara, pelatih asal Belanda itu tetap memasang target ambisius.
“Untuk musim pertama ini, kami realistis menargetkan finis di posisi lima besar. Setelah itu, baru kami bicara soal peluang juara,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya