Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bali United Tumbang di Kandang, Serdadu Tridatu Gagal Pertahankan Dominasi atas Persib

Miftahuddin M.Halim • Minggu, 2 November 2025 | 16:52 WIB

 

Kapten Bali United Tim Charles Pieter Receveur (kiri) mengganggu pergerakan pemain persib Ramon De Andrade Souza (kanan).
Kapten Bali United Tim Charles Pieter Receveur (kiri) mengganggu pergerakan pemain persib Ramon De Andrade Souza (kanan).

RadarBuleleng.id – Bali United harus menelan pil pahit di kandang sendiri setelah dikalahkan Persib Bandung dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu malam (1/11/2025). 

Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, Serdadu Tridatu takluk 0-1 lewat gol tunggal Andrew Jung di menit ke-84.

Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Bali United. Selain kehilangan poin di rumah sendiri, hasil tersebut juga memutus catatan apik mereka yang selama ini sulit dikalahkan Persib di Gianyar.

Petaka bagi tuan rumah bermula di menit ke-69. Gelandang anyar Mirza Mustafic, yang baru masuk beberapa menit sebelumnya, diganjar kartu merah setelah wasit Irfan Wahyu Wijanarko.

Saat wasit meninjau ulang rekaman VAR, Mirza dinilai menginjak kaki Uilliam Barros dalam duel perebutan bola.

Bermain dengan sepuluh pemain membuat permainan Bali United langsung pincang. Dominasi yang sebelumnya berimbang berubah menjadi tekanan bertubi-tubi dari Persib.

Tekanan itu akhirnya berbuah gol enam menit jelang laga berakhir. Aksi Beckham Putra di sisi kanan menghasilkan umpan matang yang disundul Andrew Jung tanpa mampu dihalau kiper Mike Hauptmeijer.

Meski berusaha bangkit di sisa waktu, Bali United gagal mencetak gol penyeimbang. 

Hasil tersebut memastikan tiga poin dibawa pulang Persib sekaligus membuat Serdadu Tridatu harus kembali mengevaluasi mentalitas dan efektivitas lini depan mereka.

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, tak bisa menutupi rasa kecewanya. Ia menilai kartu merah Mustafic menjadi titik balik yang mengubah arah pertandingan.

“Saya pastinya kecewa dengan kartu merah itu karena mengubah jalannya pertandingan. Sebelum insiden itu, permainan berjalan seimbang dan kami juga punya peluang mencetak gol,” ujar pelatih asal Belanda itu.

Jansen juga menyoroti sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya, termasuk anulir gol Boris Kopitovic yang dianggap offside. 

“Saya juga melihat ada pelanggaran keras terhadap Boris sebelum situasi itu, tapi tidak dianggap oleh wasit,” tambahnya.

Meskipun kecewa, Jansen tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang tetap bekerja keras hingga akhir laga. 

“Saya bangga dengan semangat dan perkembangan tim. Kami terus berproses menuju arah yang lebih baik,” tegasnya.

Bali United sejatinya sempat memiliki beberapa peluang emas, termasuk dari sepakan Rahmat Arjuna di babak kedua, namun semua berhasil digagalkan penampilan gemilang Teja Paku Alam di bawah mistar Persib. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#serdadu tridatu #bali #kandang #persib bandung #wasit #Uilliam Barros #stadion kapten i wayan dipta #gol #Super League #pelatih #Mirza Mustafic #Johnny Jansen #duel #bali united #andrew jung #kartu merah