Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Garudayaksa FC Segel Juara Paruh Musim, PSMS Gigit Jari Gegara Kalah dengan 2 Gol Penalti

Muhammad Ramadhan Batubara • Minggu, 2 November 2025 | 22:34 WIB

Ekspresi pemain PSMS saat berlaga melawan Garudayaksa FC di Stadion Utama Sumatra Utara (SUSU), Jumat (31/10/2025) malam.
Ekspresi pemain PSMS saat berlaga melawan Garudayaksa FC di Stadion Utama Sumatra Utara (SUSU), Jumat (31/10/2025) malam.
RadarBuleleng.id - Garudayaksa FC memastikan diri sebagai juara paruh musim Liga 2 Pegadaian Championsip 2025-2026 untuk Grup 1 atau Grup Indonesia Barat.

Kepastian tersebut diraih setelah tim yang berjuluk Spirit of Garuda ini berhasil mengalahkan PSMS Medan 0-2 di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU), Jumat (31/10/2025) malam.

Artinya kini Garudayaksa mengumpulkan 20 poin dari delapan laga dengan 6 menang dan 2 seri tanpa pernah sekalipun.

Posisinya tidak mungkin terkejar tim lain hingga akhir paruh musim yang menyisakan satu laga lain. Pesaing terdekat kini Adhyaksa FC dengan 15 poin.

Seandainya PSMS bisa menang, poinnya menjadi 15 juga dan Garudayaksa tetap 17 poin yang berarti juara paruh musim baru diketahui pekan depan.

Nyatanya PSMS gagal mematahkan rekor tak terkalahkan Garudayaksa dan harus gigit jari di depan suporter sendiri.

Dua gol Garudayaksa dihasilkan via tendangan penalti, Everton Nascimento pada menit ke-24 dan Seungwoo Ryu pada menit ke-76.

"Untuk keputusan wasit kita tidak bisa menghakimi. VAR sudah ada," kata Pelatih Garudayaksa, Khamid Mulyono, usai laga.

Publik pendukung PSMS memang menganggap dua penalti tersebut kontroversi, namun Khamid Mulyono enggan berkomentar banyak.

Baginya, target membawa pulang poin dari Sumatra Utara tercapai. Dan, itu yang terpenting.

"Alhamdulillah sesuai misi kita bisa mencuri angka di kandang lawan. Kita juga sudah melihat di mana kelebihan dan kekurangan tim lawan (PSMS)," jelasnya. 

Jelas bagi Ayam Kinantan, julukan PSMS, kekalahan ini sangat menyakitkan. Terutama soal penalti yang diberikan wasit Fibay Rahmatullah.

Pemain PSMS, Erwin Gutawa, pun tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kinerja wasit sepanjang pertandingan.

"Saya juga minta maaf pada suporter. Kita sudah memberikan segalanya di lapangan. Saya minta kinerja dan keputusan wasit harus diperbaiki," tegasnya.

Asisten Pelatih PSMS, Welliansyah, juga meminta maaf karena tidak bisa memenangkan pertandingan. Namun, dia tetap mengapresiasi perjuangan para pemain.

"Pemain sudah bermain baik. Tapi, kondisi ketinggalan 1-0 lewat penalti anak-anak sudah drop. Di babak kedua kami coba bangkitkan semangat," sebutnya.

Soal wasit, dia enggan berkomentar, baginya publik bisa menilai sendiri.

"Nah untuk wasit saya enggak bisa komentari. Sekali lagi kami mohon maaf," ujarnya.

Bagi Ayam Kinantan, kekalahan ini juga membuat PSMS tak bisa memperbaiki rekor pertemuan kedua tim.

Pasalnya, pada laga uji coba jelang kompetisi bergulir, PSMS jugak takluk dari Garudayaksa.

Selanjutnya, PSMS akan menjalani laga terakhir putaran satu pekan depan, Minggu (9/11/2025) melawan Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pegadaian #Paruh Musim #liga 2 #adhyaksa fc #psms medan #Stadion Utama Sumatera Utara #Everton Nascimento #juara #pelatih #garudayaksa fc #Seungwoo Ryu #Khamid Mulyono #championship