Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pelari Tak Bertuan: Komunitas Lari Tanpa Aturan yang Kini Digandrungi Anak Muda

Francelino Junior • Senin, 10 November 2025 | 01:13 WIB

 

FUN RUN: Komunitas Pelari Tak Bertuan saat mengikuti event lari belum lama ini.
FUN RUN: Komunitas Pelari Tak Bertuan saat mengikuti event lari belum lama ini.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Tren olahraga lari semakin menjamur di masyarakat. Tak hanya kalangan dewasa, anak muda pun banyak yang jatuh hati pada aktivitas ini. 

Bahkan, lahir komunitas-komunitas unik yang mewadahi para penggemar lari. Salah satunya adalah Pelari Tak Bertuan (PTB).

Komunitas ini pertama kali terbentuk pada 24 Februari 2018 di GOR Ngurah Rai, Denpasar. 

Awalnya mereka menamakan diri Penghuni Hantu GOR, namun seiring waktu, sebutan itu berubah menjadi Pelari Tak Bertuan. 

Huruf “X” dijadikan lambang mereka, meski hingga kini maknanya belum benar-benar didefinisikan.

”Konsep komunitas ini sederhana. Kami berlari tanpa batas, tanpa aturan mengikat. Tidak ada kapten, tidak ada struktur. Hanya ruang terbuka untuk berkumpul, bergerak, dan menikmati lari. Kami menghindari drama,” kata Agus Indra Diandika, pendiri PTB.

Sesuai namanya, aktivitas utama mereka tentu berlari. Setiap langkah harus dinikmati, bukan semata mengejar siapa tercepat. 

Dari lari biasa, komunitas ini kemudian merambah ke trail run atau lari lintas alam. Mereka kerap menjajal rute gunung dan hutan, baik di Bali maupun luar daerah.

Menurut Agus, berlari di alam adalah cara menemukan kedamaian. Menyusuri tanah, bebatuan, hutan, hingga kabut pagi menghadirkan pengalaman berbeda. 

”Bukan soal siapa paling cepat, tapi siapa yang pulang dengan senyum paling lebar,” ujarnya.

Untuk latihan rutin, PTB punya agenda mingguan bertajuk Lari Dalam Senyap, digelar setiap Kamis pukul 18.30 WITA. 

Siapapun boleh bergabung, tanpa memandang latar belakang, sepatu, atau outfit. ”Kami tidak peduli soal itu. Siapapun dirangkul,” tegas Agus.

Belum lama ini, PTB menggelar event unik bertajuk Kalcer Run di Singaraja, Minggu (21/9/2025). 

Acara tersebut bekerja sama dengan Café Halaman Belakang by Rumah Momo Singaraja. 

Uniknya, semua peserta diwajibkan berbusana hitam. Slot peserta langsung penuh dengan 80 orang pelari.

Rute lari sejauh lima kilometer membawa peserta menyusuri Jalan Laksamana, Jalan Pahlawan, Jalan Ngurah Rai, Jalan Udayana, hingga Pantai Penimbangan. 

Selain lari, ada pula mini challenge berupa push-up dan plank, yang menambah keseruan acara.

”Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kalcer Run pertama kali diadakan di Singaraja, banyak yang ingin ikut meski slot terbatas. Konsepnya fun run, jadi peserta bisa senang sekaligus sehat,” kata Koordinator Kalcer Run, Gede Aldi Permana Putra.

Tak hanya soal olahraga, PTB juga kerap menunjukkan kepedulian sosial. Belum lama ini mereka menggalang donasi untuk korban banjir di Denpasar. 

”Kami ingin membuktikan, pelari juga bisa berdonasi dengan cara mereka sendiri,” tambah Agus. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#olahraga #trail run #outfit #lari #GOR Ngurah Rai #komunitas #anak muda #pelari