Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bali United Krisis Kemenangan. Terjebak di Papan Tengah

I Wayan Widyantara • Rabu, 26 November 2025 | 20:34 WIB

 

MAIN IMBANG: Pemain Bali United, Boris kopitovic (merah) dibayangi pemain Persis Solo, Xando Dylan Schenk (putih) di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Minggu (23/11/2025).
MAIN IMBANG: Pemain Bali United, Boris kopitovic (merah) dibayangi pemain Persis Solo, Xando Dylan Schenk (putih) di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Minggu (23/11/2025).

RadarBuleleng.id - Bali United harus kembali mengubur ambisi bangkit. Bahkan saat bermain di kandang, mereka gagal meraih kemenangan.

Pelatih Bali United, Johnny Jansen menuding jika penyelesaian akhir bagi pemain. Bahkan mereka tak mampu menang dari klub yang berada di zona degradasi.

Seperti saat menghadapi Persis Solo di Stadion Kapten I Wayan Dipta, pada Minggu (23/11/2025) lalu, Bali United hanya mampu main imbang 0-0. 

Dari 12 kali pertandingan, Bali United hanya mampu memetik 3 kali kemenangan. Serdadu Tridatu juga harus puas dengan 5 kali imbang dan 3 kali kalah.

Jhonny Jansen mengakui timnya belum tampil sesuai target. Meski begitu, ia melihat ada perkembangan positif dari sisi pola bermain dan kerja sama antarpemain.

”Kita memang tidak mendapatkan hasil yang baik. Tapi jika melihat tim, mereka bekerja keras, ingin bermain sepak bola dengan benar, saling terhubung, dan berusaha membuat permainan lebih baik. Saya suka cara mereka menaruh tenaga dan usaha di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Security Kafe di Denpasar Bali Diduga Lakukan Kekerasan Seksual pada Pemandu Lagu

Jansen menilai tim sebenarnya punya peluang menang, namun masalah klasik penyelesaian akhir kembali menjadi batu sandungan.

”Kalau kita bisa mencetak satu atau dua gol lebih cepat, tentu ceritanya berbeda. Tapi hari ini jalannya pertandingan memang sulit bagi kami,” ucapnya.

Pelatih asal Belanda itu menegaskan timnya terus berkembang, meski konsistensi dan efektivitas serangan masih belum stabil.

”Saya melihat tim berkembang dan menjadi lebih baik. Tapi pada akhirnya, kita tetap ingin menang. Mencetak gol sejak menit-menit awal bukan hal yang mudah, dan sampai akhir pertandingan pun kami masih kesulitan memecah kebuntuan,” katanya.

Hasil tersebut membuat Bali United turun ke posisi ke-11 klasemen sementara dengan 14 poin dari 12 pertandingan. 

Mereka masih memiliki satu laga tunda kontra Dewa United Banten, namun jalan menuju papan atas kian berat.

Tantangan berat menanti pekan depan. Bali United harus melawat ke markas pemuncak klasemen Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri.

”Kita akan lanjut ke pertandingan berikutnya. Kita akan menaikkan tim untuk laga selanjutnya,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#serdadu tridatu #sepak bola #kandang #stadion kapten i wayan dipta #persis solo #kemenangan #pelatih #degradasi #Johnny Jansen #bali united