Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Domino Ala Orado Kian Populer di Buleleng. Gelar Turnamen Libatkan Pemain Senior hingga Junior

Eka Prasetya • Kamis, 12 Maret 2026 - 18:08 WIB

 

DOMINO: Kompetisi domino ala Orado yang digelar di Krisna Beachstreet belum lama ini.
DOMINO: Kompetisi domino ala Orado yang digelar di Krisna Beachstreet belum lama ini.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Perkembangan olahraga domino ala Orado (Olahraga Domino) di Kabupaten Buleleng, Bali, terus menunjukkan tren positif. 

Hal tersebut terlihat dari digelarnya turnamen Domino Orado yang mempertemukan puluhan pemain dari berbagai komunitas di kawasan Krisna Beach Street, Rabu (11/3/2026).

Turnamen tersebut diikuti 12 tim yang terdiri dari delapan tim kategori senior dan empat tim kategori junior. 

Kategori senior diikuti peserta berusia 18 tahun ke atas, sedangkan kategori junior diperuntukkan bagi pemain usia 14 hingga sebelum 18 tahun.

Turnamen itu menjadi salah satu upaya memperkenalkan domino ala Orado sebagai olahraga rekreasi yang mengandalkan strategi serta kemampuan berpikir kritis.

Ketua Pengurus Cabang Orado Buleleng, Dewa Gede Kresna Mahaputra mengatakan, permainan domino Orado kini mulai berkembang di berbagai komunitas masyarakat.

“Permainan domino ala Orado di Kabupaten Buleleng sudah mulai berkembang melalui berbagai basis komunitas, banjar hingga sekolah. Permainan ini disambut baik oleh semua kalangan karena sebagian besar masyarakat sudah mengenal permainan domino sebelumnya,” ujar pria yang akrab disapa Dede itu.

Menurut Dede, Orado memiliki peluang besar berkembang sebagai cabang olahraga rekreasi baru yang menekankan strategi permainan, mirip seperti catur yang membutuhkan kecerdasan dalam mengambil keputusan.

Ia menjelaskan, turnamen ini juga bertujuan untuk menjaring bibit atlet potensial dari kalangan junior maupun senior di Kabupaten Buleleng.

“Target kami jelas, memperkenalkan serta membiasakan permainan domino ala Orado sebagai cabang olahraga rekreasi baru sekaligus mengubah citra negatif permainan domino menjadi aktivitas yang lebih positif dan edukatif,” kata Dede.

Pihaknya berharap agar otersebut ini dapat berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sehingga bisa dipertandingkan dalam berbagai ajang resmi, mulai dari kejuaraan tingkat provinsi hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Sementara itu, Ketua Orado Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya turut menyampaikan dukungannya terhadap perkembangan olahraga domino di Pulau Bali.

Menurutnya, domino Orado memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat karena menuntut strategi, konsentrasi, dan kemampuan analisis dalam setiap langkah permainan.

“Kami berharap Orado dapat berkembang pesat di Bali karena permainan ini mampu mencerdaskan masyarakat melalui strategi dan kemampuan berpikir kritis. Harapannya, ke depan akan lahir atlet dari Kabupaten Buleleng yang bisa tampil di ajang Porprov hingga level yang lebih tinggi,” pria yang akrab disapa Dewa Jack itu.

Dewa Jack juga menilai jika dikembangkan secara konsisten, domino Orado tidak hanya menjadi olahraga rekreasi tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata baru.

“Kami juga ingin memotivasi semua lapisan masyarakat untuk mulai mengenal Orado sebagai olahraga rekreasi sekaligus potensi wisata,” ujarnya.

Dengan semakin banyaknya komunitas yang terlibat serta munculnya pemain muda, domino Orado diprediksi memiliki peluang besar berkembang menjadi olahraga rekreasi yang semakin populer di Bali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #junior #olahraga #pemain #ORADO #senior #domino #komunitas #Banjar #porprov #turnamen #tim #sekolah #pekan olahraga provinsi #koni #buleleng #krisna