SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional yang digelar KONI Buleleng bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Pelatihan Olahraga (LP2O) Lankor resmi ditutup pada Selasa (21/4/2026) sore.
Penutupan pelatihan dimanfaatkan untuk pemantapan penyusunan program latihan serta evaluasi, guna meningkatkan kualitas pelatih di Buleleng.
Ketua Harian KONI Buleleng, I Putu Nova A. Putra, menegaskan coaching clinic tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong kemajuan olahraga secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi atlet, tetapi juga peningkatan kapasitas pelatih.
"Pelatihan seperti ini sangat penting, karena kami ingin bukan hanya atlet yang berkembang, tetapi pelatih juga memiliki wawasan serta program latihan yang mampu membentuk sistem pelatihan yang periodik dan terarah, sehingga bisa menghasilkan atlet berprestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pasca pelatihan, pihaknya akan melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di masing-masing cabang olahraga.
“Setelah pelatihan ini, kami akan terus memantau bagaimana implementasinya di lapangan,” imbuhnya.
Sementara itu, pemateri pelatihan, Prof. Devi Tirtawirya, mengungkapkan masih ditemukan sejumlah kekeliruan dalam penyusunan program latihan, khususnya terkait periodisasi dan penempatan fase tapering.
“Sering kali pelatih memberikan latihan di fase tapering yang tidak tepat. Bahkan ada jeda istirahat yang terlalu panjang, sehingga berisiko menurunkan komponen biomotor atlet saat pertandingan,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama pelatihan yang berlangsung enam hari tersebut, peserta telah diberikan berbagai catatan penting sebagai bahan evaluasi. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih sesuai kondisi atlet masing-masing.
“Kami beri masukan mana yang lebih penting dalam pertandingan, tapi selebihnya kami kembalikan ke pelatih,” katanya.
Salah satu peserta, sekaligus Sekretaris Perbakin Buleleng, Komang Andre, mengaku materi yang diberikan sangat aplikatif dan membantu dalam menyusun program latihan yang lebih terstruktur.
"Mulai dari persiapan umum, persiapan khusus, pra kompetisi hingga kompetisi utama, semuanya jelas. Kalau disiapkan sejak jauh hari, saya yakin prestasi atlet akan lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga menyebut pihaknya telah mulai melakukan persiapan menghadapi Porprov Bali 2027 dengan mengintensifkan latihan rutin.
"Kami sudah mulai latihan seminggu dua kali, karena sebagian besar atlet kami pelajar. Kami optimis saat Porprov nanti bisa meraih hasil lebih baik,” tandasnya.
Dengan pelatihan ini, diharapkan kualitas pelatih di Buleleng semakin baik. Sehingga prestasi atlet pada ajang Porprov Bali 2027 semakin meningkat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya