SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Semangat melestarikan budaya lokal terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemkab Buleleng menggelar Jantra Olahraga Tradisional Tingkat Kabupaten Buleleng Tahun 2026 di Lapangan Bhuana Patra, Singaraja.
Ajang yang mengangkat kembali permainan rakyat dan olahraga tradisional Bali itu dibuka langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD, tokoh olahraga, akademisi, hingga kepala sekolah SMP se-Kabupaten Buleleng.
Suasana lapangan tampak semarak dengan antusiasme para peserta. Hampir 300 pelajar dari 16 SMP di Kabupaten Buleleng ambil bagian dalam perlombaan olahraga tradisional yang sarat nilai kebersamaan dan sportivitas.
Beragam permainan tradisional dipertandingkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari terompah panjang berkelompok putri, deduplak atau lari batok kelapa beregu putra, megala-gala atau hadang putra-putri, hingga metajog berkelompok putra.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng, I Nyoman Wisandika mengatakan, Jantra Olahraga Tradisional bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi bagian penting menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah generasi muda.
“Kegiatan ini diikuti hampir 300 peserta dari 16 SMP di Kabupaten Buleleng. Selain melestarikan olahraga tradisional, kegiatan ini juga menjadi ruang membangun sportifitas dan kebersamaan di kalangan pelajar,” ujarnya.
Wisandika menjelaskan, kegiatan berlangsung selama dua hari. Sabtu (23/5/2026) digelar babak penyisihan hingga penentuan enam besar, sedangkan final akan dilaksanakan Minggu (24/5/2026).
Para juara nantinya akan mewakili Kabupaten Buleleng pada Jantra Olahraga Tradisional Tingkat Provinsi Bali yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, I Made Tegeh Okta Maheri yang juga menjabat Kepala Bidang Adat dan Cagar Budaya, menyebut kegiatan tersebut merupakan implementasi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.
Menurutnya, Jantra Olahraga Tradisional menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan permainan rakyat dan olahraga tradisional agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Persiapan menuju kegiatan ini telah dilakukan melalui koordinasi, sosialisasi, dan seleksi olahraga tradisional. Harapannya permainan tradisional kembali dekat dengan generasi muda,” jelasnya.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali olahraga tradisional di kalangan remaja sekaligus meningkatkan kebugaran jasmani, melatih tanggung jawab, menanamkan sportivitas, hingga membangun karakter dan nilai-nilai budi pekerti.
Selain menjadi ajang kompetisi, Jantra Olahraga Tradisional juga menjadi momentum memperkenalkan kembali permainan khas daerah yang mulai jarang dimainkan di tengah perkembangan era digital. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya