Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Buleleng Boyong Tiga Podium Jantra Tradisi Bali 2026, Pembinaan Atlet Tradisional Berbuah Prestasi

Francelino Junior • Minggu, 5 Juli 2026 | 10:09 WIB
BERLAGA: Peserta dari Buleleng saat berlaga pada ajang Hadang Putri dalam Lomba Olahraga Tradisional Jantra Tradisi Bali VI yang menjadi bagian dari rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38. (Pemkab Buleleng)
BERLAGA: Peserta dari Buleleng saat berlaga pada ajang Hadang Putri dalam Lomba Olahraga Tradisional Jantra Tradisi Bali VI yang menjadi bagian dari rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kontingen Buleleng kembali menorehkan prestasi pada ajang Pacentokan (Lomba) Olahraga Tradisional Jantra Tradisi Bali VI yang menjadi bagian dari rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 Tahun 2026. 

Bertanding selama dua hari di Lapangan Timur UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar, Buleleng sukses membawa pulang tiga gelar juara.

Tiga podium tersebut diraih melalui Juara III Pacentokan Hadang Putri, Juara III Pacentokan Terompah Putri, dan Juara III Pacentokan Hadang Putra. 

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Ariston Adhi Pamungkas, mengatakan keikutsertaan Buleleng dalam Jantra Tradisi Bali tidak semata mengejar prestasi. 

Menurutnya, ajang tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kelestarian permainan tradisional Bali sebagai warisan budaya.

"Jantra Tradisi Bali bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk melestarikan budaya. Melalui permainan tradisional, anak-anak belajar sportivitas, tanggung jawab, kerja sama, sekaligus melatih kemampuan berpikir dan strategi," ujarnya.

Ariston menjelaskan, pembinaan atlet dilakukan secara terpadu melalui kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng.

Prosesnya diawali dengan seleksi tingkat kabupaten yang melibatkan pelajar SMP pada empat cabang Jantra Tradisi Bali. Peserta terbaik kemudian menjalani pembinaan intensif sebelum ditetapkan sebagai wakil Buleleng di tingkat Provinsi Bali.

Pada Jantra Tradisi Bali tahun ini, kontingen Buleleng diperkuat 31 peserta yang berasal dari SMP Negeri 1 Sawan, SMP Negeri 6 Singaraja, dan SMP Satu Atap Negeri 1 Banjar.

Menurut Ariston, seluruh atlet yang diterjunkan merupakan siswa kelas VII dan VIII. Skema tersebut sengaja diterapkan sebagai bagian dari regenerasi atlet sehingga pembinaan olahraga tradisional dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Ke depan mekanisme pembinaan akan terus kami evaluasi dan sempurnakan agar prestasi Buleleng semakin meningkat. Ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi dan misi Bupati Buleleng dalam pelestarian budaya daerah," katanya.

Ia berharap semakin banyak pelajar yang mengenal dan mencintai permainan tradisional. Selain menjadi bagian dari budaya Bali, permainan tradisional juga dinilai mampu membentuk karakter generasi muda.

"Permainan tradisional melibatkan kemampuan motorik, strategi, sportivitas, dan tanggung jawab. Di tengah perkembangan teknologi saat ini, permainan seperti ini menjadi alternatif yang baik agar anak-anak tidak hanya bergantung pada gawai. Mari kita hidupkan kembali permainan tradisional mulai dari sekolah hingga desa," ajaknya.

Sementara itu, Pembina Kontingen Jantra Tradisi Bali Kabupaten Buleleng, Putu Budiarta Mandala, mengungkapkan persiapan atlet telah dilakukan lebih dari satu bulan sebelum perlombaan. 

Khusus tim dari SMP Negeri 1 Sawan, latihan difokuskan pada penyusunan strategi permainan serta peningkatan kondisi fisik melalui latihan di kawasan pantai selama dua pekan.

"Setiap tahun kami melakukan evaluasi terhadap teknik maupun strategi permainan. Penguatan fisik juga menjadi perhatian utama agar anak-anak mampu tampil maksimal saat bertanding," katanya.

Menurut Budiarta, pembinaan atlet usia dini menjadi kunci agar Buleleng terus memiliki regenerasi yang siap bersaing pada Jantra Tradisi Bali di tahun-tahun mendatang. 

Karena itu, peserta diprioritaskan berasal dari siswa kelas VII dan VIII sehingga masih memiliki kesempatan mengikuti pembinaan dalam beberapa tahun ke depan.

Ia berharap prestasi yang diraih tahun ini mampu memotivasi semakin banyak generasi muda untuk mencintai olahraga tradisional sekaligus ikut menjaga kelestarian budaya Bali.

"Permainan tradisional sangat baik dikenalkan kembali kepada anak-anak. Selain menyehatkan, permainan ini membangun kebersamaan, melatih ketangkasan, serta menjadi cara efektif mengurangi ketergantungan terhadap gadget. Harapan kami, melalui ajang seperti ini permainan tradisional semakin berkembang di sekolah maupun desa sehingga warisan budaya Bali tetap lestari," pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#olahraga #pesta kesenian bali #juara #buleleng