SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Esports Indonesia (ESI) Buleleng mulai memanaskan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah berburu atlet-atlet potensial melalui berbagai turnamen esports yang digelar di Buleleng.
Salah satunya terlihat pada turnamen Mobile Legends yang berlangsung di Bichito Coffee, Singaraja, Sabtu (18/7/2026) lalu. Kompetisi itu diikuti 85 gamer yang tergabung dalam 17 tim.
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai pelajar SMP, SMA/SMK, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Tingginya jumlah peserta menjadi indikator bahwa perkembangan esports di Kabupaten Buleleng terus menunjukkan tren positif.
Ketua Umum ESI Buleleng, Gede Agus Muliawan mengatakan, turnamen bukan sekadar ajang mencari juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi sarana bagi ESI untuk memetakan potensi atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Porprov Bali 2027.
"Turnamen seperti ini menjadi sarana untuk mendata tim-tim dan pemain yang memiliki potensi. Mereka akan menjadi perhatian kami untuk mengikuti pembinaan sebagai persiapan Porprov Bali 2027," ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Menurut Agus, proses seleksi atlet tidak hanya mengacu pada hasil satu kejuaraan. ESI akan terus memantau performa para pemain di berbagai turnamen untuk melihat perkembangan kemampuan dan konsistensi mereka.
Dengan pola tersebut, setiap pemain memiliki peluang yang sama untuk bergabung dalam program pembinaan, terlepas dari status juara atau tidak pada sebuah kompetisi.
"Semua memiliki kesempatan yang sama menjadi atlet binaan. Yang kami lihat bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana perkembangan kemampuan dan konsistensi mereka saat mengikuti berbagai turnamen," jelasnya.
Agus menambahkan, capaian satu medali emas cabang olahraga esports pada Porprov Bali 2025 menjadi modal berharga bagi Buleleng untuk menargetkan hasil yang lebih baik pada Porprov 2027.
Apalagi, Buleleng dipercaya menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar di Bali tersebut. Karena itu, pembentukan tim yang kompetitif harus dilakukan sejak dini agar para atlet memiliki waktu yang cukup untuk meningkatkan kemampuan.
"Kami ingin meningkatkan capaian prestasi. Karena itu pembinaan harus dimulai dari sekarang, dan salah satunya melalui turnamen-turnamen seperti ini," tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali