Berhasil Lahirkan Atlet Panjat Tebing Kelas Dunia, Buleleng Dijanjikan Dapat Bantuan Papan Panjat Tebing Skala Internasional

Eka Prasetya • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:42 WIB
CEK LAHAN: Tim dari FPTI Bali dan FPTI Buleleng mengecek lahan untuk pembangunan papan panjat tebing bertaraf internasional di Kelurahan Banyuasri. (FPTI Buleleng)
CEK LAHAN: Tim dari FPTI Bali dan FPTI Buleleng mengecek lahan untuk pembangunan papan panjat tebing bertaraf internasional di Kelurahan Banyuasri. (FPTI Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kabupaten Buleleng berpeluang memiliki venue panjat tebing bertaraf internasional. 

Rencana yang digagas Pemprov Bali tersebut mulai memasuki tahap awal melalui survei lokasi di kawasan Taman Asri Banyuasri sebagai calon tempat pembangunan fasilitas olahraga berstandar dunia tersebut.

Survei lapangan dilakukan Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali Putu Yudi Atmika bersama Wakil Bupati Buleleng yang juga Ketua Umum KONI Buleleng Gede Supriatna, didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta Ketua FPTI Buleleng, H. Wahjoedi, belum lama ini. 

Hasil peninjauan itu akan menjadi dasar penetapan lokasi sebelum pembangunan ditargetkan dimulai pada 2027.

Ketua FPTI Bali, Putu Yudi Atmika mengatakan pembangunan venue tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Bali Wayan Koster yang ingin memperkuat pengembangan sport tourism di Bali Utara. 

Sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas prestasi atlet panjat tebing asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional.

"Kami sangat berterima kasih kepada atlet kita Desak Made Rita Kusuma Dewi yang sudah mengharumkan nama Indonesia, Bali, dan Kabupaten Buleleng. Atas prestasi itu, kami mendapat motivasi dari Bapak Gubernur untuk melanjutkan semangat pembinaan atlet melalui pembangunan wall panjat tebing bertaraf internasional," ujarnya.

Menurutnya, semula pembangunan venue direncanakan di Badung atau Denpasar. Namun, Gubernur Bali menginginkan pusat sport tourism juga berkembang di wilayah utara, sehingga Buleleng dipilih sebagai daerah prioritas.

Tak hanya karena faktor pemerataan pembangunan, Buleleng juga dinilai memiliki karakter geografis yang ideal. 

Lanskap pegunungan, kontur lahan bertingkat, kedekatan dengan kawasan wisata, hingga dukungan fasilitas akomodasi menjadi keunggulan yang dinilai cocok untuk pengembangan venue kelas dunia.

"Harapannya venue ini bukan hanya dipakai untuk kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan sport tourism sehingga mampu menarik wisatawan dan mendukung pemerataan pembangunan Bali Utara," katanya.

Pembangunan venue diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 10 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun wall nomor speed, lead, dan boulder lengkap dengan fasilitas penunjang yang memenuhi standar internasional. 

Targetnya, venue sudah dapat dimanfaatkan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali sekaligus membuka peluang menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan internasional.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menegaskan pemerintah daerah siap mengawal agar proyek tersebut benar-benar terealisasi di Buleleng. 

Menurutnya, kehadiran fasilitas itu bukan hanya menjadi penghargaan atas prestasi Desak Made Rita Kusuma Dewi, tetapi juga peluang besar untuk mengembangkan olahraga prestasi sekaligus sektor pariwisata.

"Tujuannya bukan hanya meningkatkan prestasi atlet panjat tebing di Bali, khususnya Buleleng, tetapi juga membuka peluang agar kejuaraan dunia panjat tebing dapat diselenggarakan di Buleleng sebagai bagian dari pengembangan sport tourism," katanya.

Taman Asri Banyuasri dipilih sebagai lokasi utama karena memiliki lahan yang memadai, mudah diakses, dan berada tidak jauh dari kawasan wisata Lovina. 

Pemkab Buleleng juga berjanji menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp 2 miliar hingga Rp 2,5 miliar untuk membangun fasilitas pendukung seperti tribun, ruang ganti, gudang, toilet, hingga area penonton.

Pembangunan venue akan dilakukan secara bertahap dan diselaraskan dengan penataan ruang terbuka hijau di kawasan Banyuasri. 

Jika terealisasi, fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet panjat tebing di Bali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
bali olahraga panjat tebing atlet buleleng