Korfball Resmi Hadir di Buleleng, Sasar Lingkungan Sekolah dan Kampus

Marsellus Pampur • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:33 WIB
KORFBALL: Pengurus Korfball saat melakukan audiensi ke KONI Buleleng. (KONI Buleleng)
KORFBALL: Pengurus Korfball saat melakukan audiensi ke KONI Buleleng. (KONI Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Cabang olahraga baru kini resmi menyapa masyarakat di Kabupaten Buleleng. 

Kepengurusan Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) Kabupaten Buleleng resmi terbentuk dan mendapatkan dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng.

Ketua Harian KONI Buleleng, I Putu Nova A. Putra menyambut hangat kehadiran olahraga yang menyerupai bola basket tersebut. 

Pihaknya mengaku sangat terbuka terhadap cabor anyar yang sanggup mendongkrak partisipasi publik serta mencetak atlet berprestasi.

Nova menilai olahraga bola keranjang asal Belanda ini memiliki potensi besar untuk digandrungi kelompok usia muda, terutama di jenjang pelajar dan mahasiswa. Sifat permainannya yang minim gesekan fisik menjadi nilai tambah tersendiri.

"Korfball ini bisa menjadi bagian untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Apalagi olahraga ini cukup aman karena tidak ada body contact secara keras," ujar Nova di hadapan pengurus Korfball Buleleng saat melakukan audiensi dengan KONI, Kamis (20/8/2026).

Kendati demikian, KONI Buleleng meminta PKSI segera menuntaskan berbagai persyaratan administrasi dan operasional agar resmi diterima sebagai anggota. 

Kelengkapan yang harus dipenuhi mencakup legalitas kepengurusan, sekretariat, lokasi latihan, inventarisasi atlet, ketersediaan pelatih dan wasit, hingga bukti keaktifan kegiatan.

Nova menyarankan pengurus baru ini untuk segera memasifkan edukasi ke ruang publik serta jajaran pendidikan.

”Pertama, lakukan sosialisasi terlebih dahulu karena olahraga korfball ini cukup menarik. Selera pasarnya mungkin lebih ke lingkungan sekolah dan kampus," ujarnya.

Merespons arahan tersebut, Pembina Olahraga Korfball Buleleng, Made Agus Wijaya menegaskan kesiapan jajarannya untuk merampungkan seluruh proses standarisasi organisasi.

”Kami yakin hal itu bisa kami laksanakan. Dengan dukungan KONI, Disdikpora, dan seluruh stakeholder, perkembangan korfball di Kabupaten Buleleng astungkara akan berlangsung dengan lancar," kata Agus.

Guna mempercepat pemasyarakatan olahraga ini, PKSI Buleleng akan menggelar aksi sosialisasi terpadu dengan merangkul guru PJOK, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO), hingga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.

Strategi promosi juga disiapkan di area publik terbuka guna memancing minat warga secara langsung.

”Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan sosialisasi baik di lapangan-lapangan, fasilitas umum, termasuk yang kami sasar adalah Car Free Day," ujar Agus.

Selain menggaet pelajar dan publik luas, pengurus turut membidik potensi atlet dari cabang olahraga serupa untuk mempercepat pembentukan tim daerah.

”Kami akan melaksanakan sosialisasi mengenalkan olahraga korfball atau bola keranjang ini kepada masyarakat umum, dunia pendidikan, dan juga para atlet olahraga sejenis, misalnya bola basket, karena teknik dasarnya serupa," tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Korfball Buleleng PKSI Buleleng Olahraga Buleleng Berita Olahraga Bali koni buleleng