ISSI Buleleng Buka Pintu Pembinaan Olahraga untuk Penggemar Balap Sepeda, Asal Bukan untuk Judi

Eka Prasetya • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 16:41 WIB
DATA VALID: Ketua Pansus II DPRD Buleleng, Ni Kadek Turkini bicara data yang harus valid.
SIAP RANGKUL: Ketua Umum ISSI Buleleng, Ni Kadek Turkini menyatakan siap merangkul para penggemar balap sepeda untuk menyalurkan minat dan bakatnya. (dok. Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Fenomena balap sepeda kayuh liar yang berujung taruhan judi dengan melibatkan puluhan anak di Buleleng menyita perhatian publik. 

Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Buleleng sebagai wadah pembinaan olahraga balap sepeda, menyatakan siap membuka pintu pembinaan resmi bagi anak-anak yang memiliki minat dan bakat di olahraga tersebut.

Sebelumnya, Polres Buleleng menertibkan aksi balap sepeda liar yang dijadikan arena taruhan. 

Dari total 32 orang yang diangkut ke markas polisi, sebanyak 30 orang di antaranya masih berstatus anak-anak dan pelajar.

Ketua Umum ISSI Buleleng, Ni Kadek Turkini, mengaku prihatin dengan maraknya aksi nekat para pelajar tersebut. 

Meski begitu, ia melihat adanya potensi terpendam yang dapat diselamatkan jika diarahkan ke jalur yang tepat.

“Seandainya anak-anak ini minat dan ingin serius di olahraga balap sepeda, kami siap menampung dan mendidik mereka menjadi atlet profesional,” ujar Turkini, Jumat (25/9/2026).

Turkini mengungkapkan, usia remaja masih memiliki peluang untuk ditempa menjadi calon atlet berprestasi. 

Ia menyatakan ISSI sebagai induk olahraga balap sepeda akan menyiapkan pelatih agar proses latihan para pemuda penggemar balap sepeda lebih terarah.

"Tapi jangan sampai nanti disalahgunakan untuk balap liar lagi, apalagi sampai ada aktivitas perjudian. Kalau memang serius, kami siap memfasilitasi," tegasnya.

Untuk merangkul potensi mereka, ISSI Buleleng tengah merancang kejuaraan balap sepeda tingkat SD, SMP, hingga SMA—termasuk rencana menggelar kejuaraan nomor BMX yang sempat tertunda.

Meski demikian, Turkini mengakui bahwa pengembangan olahraga sepeda di Buleleng masih terganjal minimnya fasilitas. 

Hingga kini, ISSI Buleleng belum memiliki venue atau lintasan latihan permanen dan masih mengandalkan lokasi sewaan.

Selain keterbatasan fasilitas, politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan krusialnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak di luar jam sekolah.

“Sebagai orang tua wajib memberikan perhatian, tidak serta-merta mempercayakan kepada pihak sekolah. Anak harus diajak berkomunikasi dan mendapat edukasi mengenai apa yang dilakukan di sekolah maupun lingkungannya,” imbaunya.

Senada dengan ISSI, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman menegaskan bahwa hasrat anak-anak dalam memacu kelajuan sepeda harus disalurkan melalui wadah organisasi yang sah, bukan di jalanan umum yang membahayakan jiwa dan berunsur pidana judi.

Di wadah resmi, kata Kapolres, pembinaan atlet memiliki proses yang jelas, terstruktur, serta berada di bawah pengawasan pelatih profesional.

“Kalau memang punya keinginan, langsung ke cabor balap sepeda. Di sana banyak kategorinya, seperti cross country, road bike, downhill, BMX, dan lainnya. Jalurnya resmi, waktu latihan jelas, pelatih ada, pengawasan ada, dan pola latihannya terprogram serta terstruktur,” tegas Ruzi Gusman. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini ISSI Buleleng Balap Sepeda Buleleng Balap Liar Buleleng Polres Buleleng