PSSI Buleleng Gulirkan Kompetisi Bupati Cup, Bidik Bibit Atlet Porprov Bali

Eka Prasetya • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 16:53 WIB
AMBIL UNDIAN: Suasana technical meeting Kejuaraan Sepakbola Bupati Cup 2026 yang digelar di Sekretariat PSSI Buleleng, kawasan GOR Bhuwana Patra, Singaraja. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
AMBIL UNDIAN: Suasana technical meeting Kejuaraan Sepakbola Bupati Cup 2026 yang digelar di Sekretariat PSSI Buleleng, kawasan GOR Bhuwana Patra, Singaraja. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – PSSI Buleleng menggelar Kejuaraan Sepakbola Bupati Cup 2026. 

Tak sekadar menjadi ajang perebutan gelar, turnamen yang dijadwalkan berlangsung 11–22 Oktober 2026 di Stadion Mayor Metra, Singaraja, tersebut sekaligus menjadi wadah penjaringan pemain potensial untuk dipersiapkan menghadapi Porprov Bali 2027.

Sebanyak delapan klub dari tiga kasta kompetisi Askab PSSI Buleleng ambil bagian. Empat klub berasal dari Liga 1, yakni Amartha FC Patas, Putra Devata Pakisan, Putra Kubutambahan FC, dan Satria Muda Pengulon.

Sementara dari Liga 2 terdapat Teja Harum Tejakula dan Tunas Harapan Pengastulan. Sedangkan Liga 3 diwakili Intan Jaya FC Celukan Bawang dan Sukla Bali FC Sumberklampok.

Ketua Umum Askab PSSI Buleleng Gede Suyasa mengatakan, penyelenggaraan Bupati Cup merupakan agenda tahunan yang dijalankan sesuai program KONI Buleleng. 

Berbeda dari tahun sebelumnya yang diselenggarakan dalam bentuk liga setengah kompetisi, tahun ini kejuaraan digelar dalam bentuk turnamen.

Kejuaraan sekaligus diarahkan untuk memperluas pemantauan terhadap pemain yang berpotensi memperkuat Buleleng pada ajang Porprov Bali.

“Paling utama dari kejuaraan ini adalah bagaimana mendapatkan bibit pemain,” kata Suyasa.

Menurut dia, komposisi peserta tidak hanya berasal dari Liga 1. Empat klub Liga 1 yang diundang merupakan juara hingga peringkat keempat kompetisi musim sebelumnya. 

Sementara peserta Liga 2 dan Liga 3 masing-masing merupakan juara dan runner-up kompetisi pada kasta masing-masing.

Keputusan melibatkan klub dari tiga kasta tersebut bukan tanpa pertimbangan. Suyasa menyebut ada klub Liga 1 yang tidak siap mengikuti turnamen apabila seluruh peserta berasal dari kasta teratas. 

Selain itu, pihaknya melihat kualitas pemain antara klub Liga 1 dengan tim terbaik dari Liga 2 dan Liga 3 tidak terpaut terlalu jauh.

“Kami juga melihat kualitas pemain di klub itu antara Liga 1 dengan juara dan runner-up di masing-masing liga sepertinya tidak terlalu jauh,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai membuka peluang lebih besar untuk menemukan pemain potensial yang selama ini belum terpantau. 

Jika hanya mengandalkan klub Liga 1, Suyasa khawatir ada talenta dari kasta di bawahnya yang justru luput dari pemantauan.

“Jangan-jangan ada yang potensial di Liga 2 dan Liga 3. Kalau tidak diundang, justru kami tidak menemukan bakat-bakat baru itu,” jelasnya.

Selain memantau pemain selama Bupati Cup, PSSI Buleleng juga akan memperhatikan catatan pemain dari berbagai turnamen yang digelar komunitas maupun kelompok masyarakat. 

Namun, penampilan pemain pada Bupati Cup tetap menjadi prioritas dalam proses penjaringan.

Suyasa menambahkan, kejuaraan tersebut juga menjadi tolok ukur bagi klub dalam menjaga kesinambungan pembinaan pemain. 

Termasuk apabila dalam perjalanan turnamen klub Liga 1 justru dikalahkan klub dari Liga 2 atau Liga 3.

Menurut dia, hasil tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi klub Liga 1 untuk memperbaiki proses pembinaan. 

Kekalahan dari tim kasta di bawah bukan semata-mata persoalan gengsi, tetapi dapat menjadi indikator bahwa pembinaan pemain perlu dilakukan secara lebih konsisten.

“Kalau memang nanti ada klub Liga 1 yang kalah dengan klub Liga 2 atau Liga 3, itu harusnya menjadi pembelajaran di klub, khususnya yang Liga 1, agar mereka menjaga kontinuitas pembinaan,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Bupati Cup 2026 Sepak Bola Buleleng porprov bali PSSI Buleleng