Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Konversi Sepeda Motor Bensin ke Listrik Mulai Dilirik. Ternyata Ada Subsidi Ongkos

Marsellus Pampur • Senin, 24 Juni 2024 | 21:50 WIB

 

HEMAT: kegiatan konversi kendraaan penggerak mesin ke listrik di Poltrada Bali.
HEMAT: kegiatan konversi kendraaan penggerak mesin ke listrik di Poltrada Bali.

RadarBuleleng.id - Konversi kendaraan sepeda motor dari bensin menjadi sepeda motor listrik kini mulai dilirik.

Apalagi pemerintah berjanji memberikan subsidi terhadap biaya konversi kendaraan tersebut.

Belum lama ini, sepeda motor hasil konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi listrik, dikenalkan kepada masyarakat Bali.

Sepeda motor itu merupakan hasil konversi kendaraan yang dilakukan oleh bengkel Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali. 

Bengkel itu sekaligus menjadi satu-satunya bengkel di Bali yang memiliki lisensi konversi sepeda motor bensin menjadi sepeda motor listrik.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Populasi Mobil Listrik 2 Juta Unit, Sepeda Motor 13 Juta Unit

Kepala Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan, Heri Prabowo mengatakan, masyarakat Bali diyakini lebih terbuka terhadap konversi kendaraan, mengingat Bali menjadi pulau tujuan wisata internasional.

"Bali destinasi wisata. Banyak turis mancanegara ke sini. Soal pemahaman lingkungan bersih itu Saya kira Bali sangat potensial," kata Heri saat ditemui di Poltrada Bali, belum lama ini.

Menurutnya penggunaan sepeda motor listrik sangat bermanfaat untuk mengurangi polusi udara dan pencemaran lingkungan. 

Penggunaan kendaraan listrik juga jauh lebih murah dibandingkan kendaraan dengan penggerak mesin.

Baca Juga: Persaingan Sepeda Motor Listrik Makin Ketat, United E-Motor Siapkan Kendaraan Anyar

"Karena sparepart lebih sedikit. Kemudian cukup dengan listrik saja tidak perlu diisi dengan BBM. Kita tahu bensin semakin lama semakin mahal, itu pengaruh dari aspek biaya operasional," tambahnya.

Dari aspek keamanan, kendaraan listrik menurutnya jauh lebih aman. Sehingga dia meminta masyarakat Bali tak khawatir jika ingin mengkonversi kendaraan konvensionalnya menjadi kendaraan listrik.

"Dari proses pengujian, kualiti kontrol dari bengkel, betul-betul kita awasi. Sejauh ini menurut kami kasus kecelakaan seperti terbakar atau orang kesetrum akibat menggunakan kendaraan listrik, itu belum ada atau minim sekali. Kalaupun ada kebakaran, itu jenisnya sepeda listrik, bukan motor listrik," tegasnya. 

Sementara itu bengkel yang berada di Poltrada Bali sendiri menjadi bengkel pertama di Bali yang resmi beroperasi mengkonversi kendaraan penggerak mesin ke listrik.

Sepeda motor hasil konversi telah diuji coba. Beberapa kendaraan yang sudah dihasilkan pun dinyatakan sudah layak dikendarai di jalan umum. 

Untuk bisa mengubah motor matic menjadi motor listrik, warga yang tertarik bisa mendaftarkan diri di website milik kementerian ESDM.

"Nanti setelah terdaftar, akan dikerjakan kendaraannya di sini, pengujian sampai keluar STNK-nya," katanya.

Untuk bisa mengubah satu unit motor konvensional menjadi motor listrik, diperlukan biaya sekitar Rp 17 juta per unit. Nantinya masyarakat akan mendapat subsidi Rp10 juta. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#sepeda motor #bensin #subsidi #sepeda motor listrik #konversi