Oleh: Warwick Powell*
Dari efisiensi produksi pabrik hingga baterai yang lebih baik dan sumber bahan bakar alternatif, fokus sistemik pada perputaran energi dan sirkulasi tengah membentuk ulang kemungkinan industri.
Mobil New Energy Vehicles (NEV) atau kendaraan energi baru buatan Tiongkok bukan sekadar mesin canggih yang lahir dari lini produksi otomatis berteknologi tinggi. Sebuah dokumenter terbaru yang diproduksi CGTN dalam seri “Unyielding Growth” memberikan gambaran mendalam tentang industri otomotif Tiongkok, sekaligus menunjukkan bagaimana sektor ini menjadi jendela untuk memahami pola inovasi khas Tiongkok.
Pola tersebut secara diam-diam menempatkan kelancaran arus energi, material, informasi, dan modal sebagai prioritas utama di seluruh sistem ekonomi. Pendekatan ini menghasilkan efisiensi energi yang lebih tinggi di setiap tahapan, mulai dari lantai pabrik hingga penggunaan sehari-hari, tanpa bergantung pada satu penemuan besar atau narasi disrupsi ala Silicon Valley.
Dalam ilmu termoekonomi, para analis tidak hanya melihat jumlah energi mentah, tetapi juga bagaimana suatu masyarakat mengubah energi menjadi kerja yang berguna dengan limbah seminimal mungkin. Dua ukuran utama digunakan untuk menjelaskan hal tersebut.
Pertama adalah EROEIp (Energy Return on Energy Invested in Production), yakni ukuran energi bersih yang diperoleh dari proses produksi setelah dikurangi energi yang dipakai untuk pabrik, mesin, pertambangan, pemurnian, hingga logistik. Semakin tinggi nilai EROEIp, semakin efisien proses produksinya dalam menghasilkan nilai tambah dengan limbah lebih sedikit.
Kedua adalah EROEIu (Energy Return on Energy Invested in Use), yang mengukur kinerja produk selama masa pemakaian. Misalnya, seberapa banyak layanan berguna — seperti jarak tempuh kendaraan — dibandingkan dengan total energi yang dihabiskan sejak proses produksi, penggunaan, perawatan, hingga daur ulangnya. Peningkatan pada kedua ukuran ini berarti gesekan dalam sistem berkurang dan surplus manfaat bagi masyarakat meningkat.
Kisah kendaraan NEV Tiongkok — mulai dari mobil listrik berbasis baterai, plug-in hybrid, hingga kendaraan berbahan bakar alternatif seperti metanol — menunjukkan bagaimana peningkatan efisiensi itu terjadi secara sistemik. Saat ini kendaraan NEV Tiongkok mendominasi pasar domestik dan terus memperluas pengaruh global melalui ekspor maupun investasi internasional.
Menghilangkan Hambatan di Lantai Produksi
Industri otomotif konvensional selama ini menghadapi persoalan biaya tetap tinggi, waktu henti produksi saat pergantian model, hingga rantai pasok yang rumit dan menguras energi maupun modal. Produsen NEV Tiongkok mencoba mengatasi hambatan-hambatan tersebut secara langsung.
Pabrik-pabrik mereka dirancang untuk mengutamakan kelancaran alur produksi. “Hyperfactory” Xiaomi di Beijing, misalnya, menggunakan lebih dari 700 robot dengan tingkat otomatisasi 91 persen di area utama produksi. Pabrik itu mampu menghasilkan satu kendaraan setiap 76 detik dalam lini produksi yang telah dioptimalkan.
Teknik seperti gigacasting — pencetakan komponen aluminium berukuran besar untuk sasis dan bodi mobil — secara drastis mengurangi jumlah komponen, menyederhanakan proses perakitan, sekaligus menekan bobot dan konsumsi energi. Metode integrasi baterai juga memangkas jumlah komponen sambil meningkatkan efisiensi struktur kendaraan dan kecepatan produksi.
Pabrik otomatis penuh atau dark factory yang didukung kecerdasan buatan (AI) dan sistem pemeliharaan prediktif membuat lini produksi tetap berjalan dengan waktu menganggur minimal dan tingkat kesalahan manusia yang rendah.
Integrasi vertikal juga memainkan peran penting. Pendekatan ini memperpendek rantai pasok, menekan kehilangan energi dalam transportasi, sekaligus memangkas biaya tambahan dan keterlambatan antar pemasok.
Platform modular memungkinkan penyegaran model kendaraan berlangsung lebih cepat — Geely misalnya hanya membutuhkan waktu sekitar 18 bulan — sementara alat produksi fleksibel meminimalkan waktu henti saat pergantian model.
Produksi juga disesuaikan dengan pesanan aktual atau sistem pra-penjualan sehingga stok kendaraan yang tidak terjual tetap rendah dan perputaran modal berlangsung cepat. Banyak model populer bahkan memiliki daftar tunggu pembeli.
Perubahan-perubahan tersebut secara langsung meningkatkan EROEIp. Energi dan modal yang terbuang untuk setiap kendaraan menjadi lebih sedikit. Hasilnya adalah sistem produksi yang menghasilkan output bersih lebih besar dari input yang sama, sekaligus mengubah potensi hambatan menjadi sirkulasi sumber daya yang lebih lancar.
Efisiensi di Jalan Raya: Meningkatkan EROEIu
Manfaat efisiensi itu juga terasa saat kendaraan digunakan sehari-hari. Nilai suatu kendaraan sangat ditentukan oleh seberapa efisien ia mengubah energi tersimpan menjadi mobilitas, seberapa lama komponennya bertahan, serta seberapa kecil energi yang hilang akibat pengisian daya atau degradasi baterai.
Baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) berkembang sangat cepat karena mampu memberikan jarak tempuh dan performa pengisian daya yang baik dengan biaya lebih rendah serta ketergantungan yang lebih kecil terhadap logam langka seperti kobalt atau nikel.
Pengembangan juga terus dilakukan pada manajemen suhu, arsitektur pengisian cepat, hingga perangkat lunak kendaraan agar mampu menghasilkan jarak tempuh lebih jauh dari setiap kilowatt-hour energi. Jaringan stasiun pengisian umum yang padat turut mengurangi “waktu menganggur” kendaraan.
Namun inovasi Tiongkok tidak hanya berfokus pada baterai dan sistem pengisian listrik. Diversifikasi juga dilakukan melalui pengembangan bahan bakar alternatif seperti metanol yang dikembangkan Geely. Diversifikasi menjadi unsur penting dalam inovasi sistemik karena menciptakan lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan pasar dan kondisi yang berbeda.
Ditambah lagi dengan dorongan terhadap peningkatan standar keselamatan dan performa, terutama dalam teknologi mobil tanpa pengemudi, terlihat bagaimana Tiongkok terus mengejar efisiensi dan keunggulan performa.
Secara kolektif, semua itu meningkatkan EROEIu: masyarakat mendapatkan lebih banyak manfaat transportasi dari setiap unit energi yang diinvestasikan, mulai dari tambang bahan baku hingga akhir masa pakai kendaraan.
Pola yang Lebih Luas: Penyebaran Horizontal ke Seluruh Ekonomi
Keberhasilan sektor otomotif Tiongkok bukan kasus yang berdiri sendiri. Industri ini menjadi contoh dari semangat inovasi sistemik, di mana kemajuan di satu bidang menyebar secara horizontal ke banyak sektor lainnya.
Kemajuan teknologi baterai misalnya turut dimanfaatkan untuk penyimpanan energi jaringan listrik, elektronik konsumen, dan aplikasi industri. Jenis bahan bakar baru membuka persaingan dan menciptakan berbagai opsi penggunaan. Teknik gigacasting dan otomatisasi canggih juga mulai diterapkan di sektor manufaktur lain.
Perkembangan mikroprosesor, sensor, dan sistem visi berbasis AI yang dikembangkan untuk kendaraan kemudian digunakan dalam robotika, drone, hingga infrastruktur pintar. Inovasi ilmu material seperti logam ringan atau konduktor efisien juga menyebar ke industri dirgantara, konstruksi, hingga energi terbarukan.
Penyebaran ini terjadi karena basis industri Tiongkok memiliki klaster rantai pasok yang padat dan saling terhubung. Pengetahuan yang dibangun melalui investasi besar di bidang pendidikan, pelatihan vokasi, dan kerjasama universitas-industri dapat beredar dengan efisien.
Insinyur dan teknisi yang terlatih di satu bidang mampu menerapkan pengetahuan mereka ke bidang lain yang berdekatan. Persaingan ketat mendorong iterasi cepat dan penurunan biaya. Sementara itu, sinyal pasar berupa penjualan aktual dan preferensi konsumen menjadi alat validasi yang jelas.
Kebijakan pemerintah juga memberi arah tanpa harus sepenuhnya dikendalikan secara sentralistik. Berbagai inisiatif dalam kerangka “kekuatan produktif berkualitas baru” dipadukan dengan eksperimen dari bawah: pemerintah daerah mendukung klaster industri, perusahaan bersaing agresif dalam harga dan fitur, sementara praktik yang berhasil cepat menyebar melalui imitasi dan jaringan pemasok.
Penyebaran pengaruh ini bahkan tidak terbatas di dalam negeri Tiongkok. Chairman Geely Holding Group, Li Shifu, menjelaskan bahwa industri otomotif inovatif Tiongkok kini memiliki peran global baru. Menurutnya, perusahaan otomotif Tiongkok harus mampu “beroperasi dan beradaptasi sesuai hukum lokal secara adil dan transparan.”
Kemitraan Geely dengan Proton di Malaysia menjadi contoh nyata. Dengan menggabungkan keahlian teknis Geely dan jaringan regional Proton, perusahaan itu berhasil merebut kembali pangsa pasar lokal dan mencetak keuntungan pada 2019 untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun.
Arus yang Lancar Menjadi Pemenang Utama
Pada level yang lebih dalam, model inovasi ini pada dasarnya menguntungkan sistem sirkulasi itu sendiri. Energi, material, modal, dan pengetahuan praktis bergerak dengan hambatan yang lebih kecil di seluruh sistem ekonomi dan masyarakat.
Perputaran produksi yang lebih cepat memungkinkan modal kembali digunakan untuk investasi baru. Produk yang lebih baik menghasilkan penjualan yang mendukung pendanaan riset dan pengembangan. Efek penyebaran horizontal juga melipatgandakan manfaat: baterai yang lebih murah dan aman untuk mobil bisa digunakan untuk menstabilkan jaringan energi terbarukan atau menyediakan perangkat elektronik yang lebih terjangkau. Sementara bahan bakar alternatif meningkatkan ketahanan sistem secara keseluruhan.
Saat ini Tiongkok menguasai mayoritas produksi dan penggunaan kendaraan NEV serta baterai dunia. Perusahaan-perusahaan Tiongkok memimpin dalam pengembangan teknologi berbasis perangkat keras yang membutuhkan penguasaan rantai pasok, rekayasa proses, pemurnian material, dan kesesuaian dengan permintaan pasar.
Model ini sangat berbeda dengan narasi inovasi yang berpusat pada sosok jenius individual, platform perangkat lunak, atau disrupsi berbasis modal ventura. Di Tiongkok, inovasi tampak lebih menyatu dalam ekosistem: akumulasi kemampuan secara sabar, penghilangan hambatan secara terus-menerus, dan penggabungan banyak peningkatan kecil di berbagai titik yang saling terhubung.
Di era keterbatasan energi dan tantangan ekologis seperti sekarang, memperhatikan kelancaran arus menjadi sangat penting. Ketika sirkuit produksi bergerak lebih cepat, efisiensi penggunaan terus meningkat, dan hambatan di berbagai lapisan dapat dihilangkan — mulai dari riset kimia, tata letak pabrik, hingga validasi pasar — maka masyarakat dapat menghasilkan lebih banyak manfaat dengan limbah yang lebih sedikit.
Peningkatan EROEIp dan EROEIu di berbagai sektor menciptakan ruang baru bagi pembaruan berikutnya. Pada akhirnya, hukum fisika akan menguntungkan sistem yang mampu mengalir dengan baik — dan kebangkitan industri otomotif Tiongkok beserta efek berantainya menunjukkan kemampuan khas dalam menyelaraskan institusi, infrastruktur, dan insentif menuju tujuan tersebut. (*)
*) Profesor Adjung di Queensland University of Technology
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya