radarbuleleng.id – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Penebel Tabanan, Bali telah menaikkan tarif tiket masuk kunjungan wisata.
Naiknya tarif tiket masuk ke DTW Jatiluwih hanya berlaku bagi wisatawan mancanegara (Wisman).
Sementara harga tiket masuk bagi wisatawan domestik masih tetap.
“Iya tarif tiket masuk ke DTW Jatiluwih sudah naik per 1 April lalu,”ujar Manager DTW Jatiluwih I Ketut Purna dihubungi, Sabtu kemarin (6/4).
Ia menjelaskan untuk tarif tiket masuk ke DTW Jatiluwih yang alami kenaikkan ini khusus pada wisatawan mancanegara.
Naiknya dari Rp 30 ribu ke Rp 40 ribu untuk anak-anak. Sedangkan dewasa Rp 40 ribu naik menjadi Rp 50 ribu.
“Kalau domestik harga tiket masih tetap. Dewasa Rp 15 ribu dan anak-anak sebesar Rp 5 ribu,” ungkapnya.
Menurut Purna berbagai pertimbangan pihaknya di Manajemen DTW Jatiluwih menaikkan tiket masuk bagi wisman.
Di antaranya karena sudah hampir 10 tahun tidak menaikkan harga tiket. Selain itu untuk menunjang penyelenggaraan world water forum (WWF) yang bakal digelar bulan Mei mendatang.
Kemudian naiknya tiket masuk ke DTW ini, tak lain tujuan utama sebagai penunjang bagi kelengkapan sarana dan prasarana di DTW Jatiluwih.
Salah satunya pihaknya sedang melakukan pengerjaan penataan parkir bagi wisatawan. Untuk lahan parkir sendiri, tanah milik masyarakat Desa Jatiluwih yang disewa oleh pihaknya seluas 80 are.
“Paling tidak kami sudah memiliki fasilitas baru lahan parkir memadai bagi wisatawan. Karena kita tahu sendiri lahan parkir sangat terbatas di Jatiluwih,” jelasnya.
Sejauh ini untuk pengerjaan lahan parkir di DTW Jatiluwih seluas 80 are tersebut progress telah mencapai 25 persen.
“Prediksi kami pada bulan Juli baru tuntas 100 persen penataan parkir dengan luas 80 are yang akan menampung kendaraan bermotor untuk parkir sekitar 270 kendaraan,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak