radarbuleleng.id- Liburan lebaran kali ini, dua daya tarik wisata (DTW) di Tabanan mulai ramai dikunjungi wisatawan.
Kunjungan wisatawan di dua DTW yakni DTW Tanah Lot dan DTW Ulun Danu Beratan masih didominasi oleh wisatawan domestik.
Humas DTW Ulun Danu Beratan I Made Sukarata menyebut, saat libur lebaran kali ini pihaknya sudah memprediksi jumlah kunjungan wisatawan bakal terjadi lonjakan ke DTW Ulun Danu Beratan.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ini meningkat tajam sejak H-3 libur lebaran. Dengan rata-rata kunjungan tembus diangka 2.500-3.000 orang per harinya.
"Kemarin sebelum lebaran atau awal puasa kunjungan wisatawan domestik hanya berkisar 150 – 200 orang per hari dan mancanegara 800 orang. Tapi sekarang saat cuti bersama dan libur lebaran sudah mencapai 2.500 kunjungan untuk lokal dan mancanegara 900 orang wisman," tutur Sukarata, Jumat (12/4).
Ia menyebut, kunjungan wisatawan ke DTW Ulun Danu Beratan masih didominasi oleh wisatawan domestik yang berlibur ke Bali.
Wisatawan domestik ini berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedangkan, wisatawan mancanegara didominasi dari India. "Kami prediksi lonjakan kunjungan sampai hari Minggu nanti," imbuhnya.
Hal yang sama pula terjadi di DTW Tanah Lot Tabanan.
Asisten Manajer DTW Tanah Lot I Putu Toni Wirawan mengaku peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ini mulai terjadi saat libur lebaran Idul Fitri 1445 hijriyah.
Lonjakan kunjungan wisatawan sudah terjadi sejak Minggu lalu (7/4) sejak mulai hari pertama libur Lebaran.
Sesuai data kunjungan wsiatawan pada bagian penjualan tiket di DTW Tanah Lot. Pada Kamis kemarin (11/4) jumlah wisatawan yang berlibur ke Tanah Lot mencapai 8.647 orang. Dengan yang datang berlibur wisatawan domestik dan mancanegara.
"Selama libur lebaran rata-rata sekitar 5.000 - 6.000 orang. Kalau hari sebelumnya hanya kisaran 2.000 saja," ujarnya.
Adapun wisatawan domestik yang datang ke DTW Tanah Lot juga masih didominasi oleh wisatawan domestik yang berasal dari Pulau Jawa.
"Wisatawan domestik itu dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta. Sedangkan wisatawan asing kebanyakan dari Eropa dan India," tandasnya. ***
Editor : Donny Tabelak