RadarBuleleng.id - Bekerja di kapal pesiar menjadi cita-cita bagi sejumlah pemuda di Bali. Setiap tahunnya ada ribuan warga di Bali yang mengincar pekerjaan tersebut.
Bekerja di kapal pesiar menjadi primadona. Maklum saja, mereka dibayar dengan dolar sehingga penghasilannya lebih besar.
Hal lainnya yang diincar adalah mendapat pengalaman pergi ke luar negeri sehingga mendapat pengalaman baru.
Hanya saja, mencari pekerjaan di kapal pesiar bukan hal yang mudah. Sebab kompetisi untuk mendapat pekerjaan sangat ketat.
Namun ada trik bagi warga Bali agar dapat bekerja di kapal pesiar, terutama kapal pesiar internasional yang ternama.
Trik itu diungkap oleh CEO Kuantum Marina Global, Akil Patinaran.
Menurut Akil, kapal pesiar biasanya mengincar warga Bali yang bersedia bekerja di dapur. Terutama yang bersedia bekerja sebagai juru masak.
“Apalagi kalau chef. Chef asal Bali itu, chef yang palin dicari oleh perusahaan kapal pesiar dan hotel-hotel internasional,” ujar Akil saat ditemui di Kampus Elizabeth Denpasar, Selasa (30/4/2024).
Menurut Akil, pengusaha hotel dan kapal pesiar punya pertimbangan tersendiri, mengapa mereka sangat menyukai pekerja asal Bali.
Alasan pertama, karena kemampuan mereka yang mumpuni dalam dunia kuliner. Masyarakat Bali biasanya dibentuk dengan kultur kuliner yang kuat.
Ditambah lagi, Bali menjadi daerah tujuan wisata internasional. Sehingga mereka punya pengalaman dalam menyajikan makanan kepada wisatawan mancanegara.
"Sejauh ini chef Bali sangat diinginkan dan sangat diminati karena Bali adalah tujuan wisata dan tentunya mereka (chef Bali) sudah punya pengalaman untuk bertemu orang asing," katanya.
Tak heran jika kemudian para pengusaha kapal pesiar mencari para pemuda Bali yang bersedia bekerja di dapur.
Pihak kapal pesiar Windstar Cruises, juga menyatakan ketertarikannya terhadap juru masak asal Bali.
Mereka bahkan menggelar ajak seleksi khusus terhadap chef lokal Bali. “Dari sini kami menyeleksi untuk nantinya kami bawa ke kapal," ujar Christian, perwakilan dari Windstar Cruises.
Pihak Windstar menyatakan, para calon chef itu hanya hanya perlu menampilkan resep-resep tertentu yang biasa dihidangkan untuk para tamu-tamu yang ada di kapal pesiar.
Selain itu pihak kapal pesiar juga akan melakukan tes tulis untuk mengetahui wawasan mereka di bidang kuliner, karena mereka akan menghadapi wisatawan yang memiliki cita rasa sangat beragam. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya