Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Gaet Wisatawan Mancanegara, Kementerian Pariwisata Prioritaskan Rute Fast Boat Banyuwangi-Buleleng

Eka Prasetya • Minggu, 8 Desember 2024 | 02:58 WIB

 

TERBENGKALAI: Kondisi dermaga di Pantai Lovina. Buleleng mengincar rute fast boat Banyuwangi-Buleleng, namun belum ada fasilitas dermaga yang memadai.
TERBENGKALAI: Kondisi dermaga di Pantai Lovina. Buleleng mengincar rute fast boat Banyuwangi-Buleleng, namun belum ada fasilitas dermaga yang memadai.

LOVINA, RadarBuleleng.id - Kementerian Pariwisata memprioritaskan rute fast boat Banyuwangi-Buleleng. Rute ini diyakini bisa menambah kunjungan wisatawan mancanegara ke Buleleng.

Saat ini potensi kunjungan menarik wisatawan mancanegara dari Banyuwangi, sangat terbuka lebar.

Wisatawan dari kawasan Asia Timur, khususnya dari Tiongkok cenderung berwisata ke Surabaya.

Setelah berwisata di Surabaya, wisatawan akan berkunjung ke Bromo, lalu melanjutkan kunjungan ke kawah Ijen.

Nah, Buleleng bisa menarik kunjungan wisatawan dari Banyuwangi, lewat rute laut. Khususnya lewat penyebrangan fast boat.

Rute itu sudah pernah dicoba pada 25 September lalu. Dari hasil uji coba, penyebrangan fast boat dari Banyuwangi menuju Buleleng hanya 2 jam perjalanan saja.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, jalur penyebrangan fast boat itu sangat potensial. Hanya saja, Buleleng terkendala dengan dermaga.

Pihaknya akan segera mengajukan proposal kepada Kementerian Pariwisata untuk pembuatan dermaga bagi fast boat.

“Kami harap ada kolaborasi perencanaan dan pembiayaan dengan pusat. Kami harap konektivitas jalur laut itu bisa cepat terealisasi. Mudah-mudahan tahun 2025 sudah jalan,” kata Dody saat ditemui di Pantai Lovina, Sabtu (7/12/2024).

Apabila hal itu terealisasi, Buleleng juga bisa menggaet wisatawan dari Gili Trawangan. Sebab jarak tempuh Gili Trawangan-Benoa sama dengan jarak tempuh Gili Trawangan-Buleleng. Bahkan gelombang di pantai utara diklaim lebih bersahabat ketimbang di pantai selatan.

Terpisah, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto mengatakan, potensi Buleleng sangat besar.

Hariyanto menyebut, Buleleng bisa menjadi bagian dari strategi mengatasi aktivitas pariwisata yang terlalu terkonsentrasi di Bali Selatan.

“Yang terjadi saat ini over concentrated tourism, bukan over tourism,” kata Hariyanto.

Menurutnya Kementerian Pariwisata akan menindaklanjuti dengan serius rute penyebrangan Banyuwangi-Buleleng. Pihaknya telah meminta daftar pemenuhan sarana penunjang untuk pelabuhan pariwisata.

“Tentu nanti akan kami kawal bersama. Jadi nanti ada yang ditindaklanjuti untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang,” demikian Hariyanto. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#banyuwangi #pariwisata #lovina #wisatawan #kementerian pariwisata #buleleng