Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Wisata Kayu Putih Diminati Wisatawan Asing, Butuh Perhatian Pemerintah

Juliadi Radar Bali • Selasa, 28 Januari 2025 | 18:05 WIB
Suasana obyek wisata Kayu Putih yang berlokasi di Desa Adat Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan ramai dikunjungi wisatawan.
Suasana obyek wisata Kayu Putih yang berlokasi di Desa Adat Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan ramai dikunjungi wisatawan.

Radarbuleleng.jawapos.com- Selain Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu, Tanah Lot dan  DTW Jatiluwih.

Tabanan sejatinya memiliki salah satu obyek wisata yang tersembunyi yang kini dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan domestik.

Yakni Obyek Wisata Kayu Putih yang terletak di Desa Adat Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga. 

Obyek Wisata pohon berusia 700 tahun ini berada di Pura Babakan, sangat diminati oleh para wisatawan asing dan lokal.

Pasalnya selain mereka ingin mengetahui sejarah keberadaan pohon tua berwarna putih tersebut.

Wisatawan datang berkunjung juga menjadikan pohon tua tersebut sebagai panggung fashion dalam pengambilan sebuah foto. 

Kendati telah ramai dikunjungi para wisatawan, keberadaan dari Obyek Wisata Kayu Putih ini masih dikelola oleh swadaya oleh masyarakat adat setempat.

Bahkan mereka kini membutuhkan perhatian pemerintah mengingat beberapa kawasan yang berada di obyek wisata kayu putih membutuhkan penataan. 

Penyarikan Pura Babakan sekaligus pengelola Obyek Wisata Kayu Putih, I Made Kurna Wijaya mengatakan kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke Kayu Putih adalah wisawatan asing setiap harinya.

Rata-rata kunjungan wisatawan setiap harinya mencapai 40-50 orang. Sedangkan saat hari weekend Sabtu dan Minggu bisa mencapai 100 orang lebih.   

Wisatawan yang berkunjung ini tidak sekedar ingin mengetahui keberadaan pohon kayu putih setinggi 50 meter. Melainkan mereka memang melakukan sesi foto. 

"Mereka (wisatawan) yang datang ada untuk modeling foto ada pula untuk praweding perkawinan," ungkapnya, Senin (27/1).

Kurna menjelaskan dari sisi pengelolaan obyek wisata kayu putih masih dilakukan secara swadaya oleh masyarakat desa adat setempat.

Sehingga bagi wisatawan yang berkunjung tidak pihaknya kenakan tiket masuk, melainkan donasi. 

"Dari donasi-donasi wisatawan yang terkumpulkan inilah dikelola. Baik untuk pelaksanaan upacara di Pura Babakan dan penataan-penataan pada obyek wisata kayu putih," tuturnya. 

Terus adanya wisatawan mancanegara yang berkunjung di Obyek Wisata Kayu Putih.

Namun dari sisi fasilitas masih belum memadai. Sehingga obyek wisata kayu putih masih butuh beberapa penataan. 

Seperti pada sisi sebelah selatan belum adanya tembok penyeker. Termasuk bagian barat pura babakan juga yang belum adanya tembok penyengker pura.

Bahkan penataan juga untuk pembangunan gapura yang menandakan pintu masuk ke obyek kayu putih.

Kemudian open stage, karena banyak dari masyarakat yang menggelar pertunjukan seni di kawasan obyek wisata kayu putih.  

"Kami berharap adanya perhatian dari pemerintah, sehingga kedepan obyek wisata kayu putih bisa menjadi obyek wisata dengan fasilitas yang memadai," tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#Ulun Danu #DTW Tanah Lot #Jatiluwih #Kayu Putih