RadarBuleleng.id – Kebijakan pembatasan studi tour yang diterapkan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa ternyata tidak berdampak signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Tanah Lot.
Upaya efisiensi anggaran secara nasional yang mulai diberlakukan sejak Januari 2025 juga tak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke salah satu destinasi andalan di provinsi Bali itu.
Manajer Operasional Tanah Lot, I Wayan Sudiana mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan masih berada dalam kategori normal.
"Walaupun sempat ada pembatasan studi tour, khususnya di Jawa Barat, namun tidak berdampak signifikan ke sini," ujar Sudiana.
Baca Juga: Dari Kecelakaan Bus Studi Tur Sekolah, Komisi Perlindungan Anak Ingatkan Dinas Pendidikan Bali
Saat libur panjang Lebaran beberapa pekan lalu misalnya, jumlah wisatawan yang datang ke Tanah Lot stabil pada angka 4.000 orang per hari.
"Sepanjang Juli sampai Desember 2024, kunjungan rombongan studi tour dari Jawa Barat hanya menyumbang sekitar satu persen dari total kunjungan wisatawan domestik. Jadi secara statistik, pengaruhnya sangat kecil," jelas Sudiana.
Begitu pula dengan kebijakan efisiensi anggaran yang digalakkan pemerintah pusat. Sudiana memastikan hal itu belum berdampak pada aktivitas wisata di Tanah Lot.
"Kondisi kunjungan masih stabil, belum ada gejolak," tegasnya.
Ia pun optimistis kunjungan wisatawan akan terus meningkat hingga akhir tahun. Apalagi pihak pengelola telah menyiapkan berbagai agenda pariwisata menarik, termasuk festival budaya khas Bali.
"Yang penting Bali tetap aman dan kondusif. Event tetap jalan, dan wisatawan tetap datang," tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya