Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

BPS Bali Catat Ada 470.851 Kunjungan Wisman Selama Maret 2025, Terbanyak Australia

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Sabtu, 3 Mei 2025 | 17:05 WIB
Aktivitas penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali kian meningkat selama awal bulan 2025.
Aktivitas penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali kian meningkat selama awal bulan 2025.

Radarbuleleng.jawapos.com- Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali kian meningkat selama awal bulan 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali catat sebanyak 470.851 kunjungan wisman selama bulan Maret 2025.

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 4,47 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 450.697 kunjungan.

"Wisatawan yang berasal dari Australia mendominasi kedatangan wisman ke Bali pada bulan Maret 2025 dengan share sebesar 22,06 persen," ujar Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana, Jumat (2/4).

Tercatat, jumlah 103.892 kunjungan dari wisman Australia. Sementara empat negara asal wisman terbanyak selanjutnya adalah India dengan 43.790 kunjungan; Tiongkok 31.043 kunjungan; Inggris 26.830 kunjungan; dan Amerika Serikat 23.065 kunjungan.

Adapun wisman yang melalui pintu masuk udara tercatat sebanyak 464.697 kunjungan, sementara yang melewati pintu masuk laut sebanyak 6.154 kunjungan.

"Selama tahun 2025, tercatat sebanyak 1.451.445 kunjungan wisman yang datang langsung ke Bali. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah wisman tercatat meningkat hingga 7,95 persen," sambungnya.

Wisman terbanyak yang datang ke Bali pada tahun 2025 tetap berasal dari Australia, yakni sebanyak 334.796 kunjungan.

Di sisi lain, BPS Bali juga mencatat terjadinya penurunan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk Hotel Bintang sebesar 46,61 persen. Angka tersebut lebih rendah 5,01 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Demikian juga kalau dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Angkanya tercatat lebih rendah 6,10 persen poin.

Namun disebutnya dari sisi jumlah kamar yang digunakan atau terjual sebenarnya mengalami peningkatan. Hanya saja, kondisi ini dibarengi dengan meningkatnya jumlah kamar yang disediakan.

"Jadi, tingkat hunian yang turun ini bukan berarti jumlah kamar yang terjual itu atau jumlah kamar yang digunakan itu juga sudah dipastikan menurun," paparnya.

Penurunan juga terjadi pada Hotel Non Bintang di bulan Maret 2025 dengan TPK mencapai 35,71 persen. Angka ini turun 0,64 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 36,35 persen.

Lebih lanjut, berdasarkan sebarannya, TPK terendah untuk bulan Maret 2025 terjadi di Kabupaten Bangli dengan 18,89 persen.

"Sementara TPK tertinggi itu di Denpasar 48,41 persen. Destinasi wisata lain seperti Badung angka TPK-nya tercatat 46,59 persen," kata Agus.

Rata-rata lama menginap Hotel Bintang di Provinsi Bali di bulan Maret 2025 itu mencapai 2,75 malam.

Kemudian untuk Hotel Non Bintang rata-rata lama menginapnya selama 2,56 malam.***

Editor : Donny Tabelak
#badan pusat statistik #kunjungan wisatawan #bandara ngurah rai #WNA Australia