LOVINA, RadarBuleleng.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berupaya mendistribusikan kunjungan wisatawan yang menumpuk di kawasan Bali Selatan.
Salah satu strateginya adalah mempromosikan kawasan 3B, yang meliputi Banyuwangi, Bali Barat atau Jembrana, serta Bali Utara atau Buleleng.
Kemenpar mengklaim akan memprioritaskan promosi kawasan 3B dalam kegiatan sales mission atau promosi pariwisata yang dilakukan di luar negeri.
Ditemui di Pantai Lovina pada Minggu (23/6/2025), Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati mengatakan, strategi promosi yang terintegrasi sangat penting untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
“Kami rutin melakukan sales mission untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Pasar Tiongkok masih menjadi target utama, jadi kami petakan potensi pasarnya secara spesifik,” ujar wanita yang akrab disapa Ni Luh Puspa itu.
Menurutnya, promosi internasional yang dilakukan Kemenpar telah menunjukkan hasil yang positif.
Dalam gelaran ITB Berlin, Indonesia mencatatkan angka penjualan yang tinggi. Begitu pula pada ajang Arabic Tourism Market (ATM) di Dubai, Indonesia sukses menjual 45 ribu paket wisata, jauh melampaui target yang ditetapkan.
“Kami juga telah mengikuti Osaka Expo di Jepang. Dalam waktu dekat, akan ada misi penjualan ke Seoul dan Beijing. Setiap kali Kemenpar ikut serta, kami dorong daerah untuk ikut aktif. Jadi tidak hanya pusat yang promosi, tapi daerah juga bisa jualan langsung,” terangnya.
Ni Luh Puspa yakin keterlibatan aktif daerah sangat penting agar destinasi seperti Banyuwangi, Buleleng, dan Jembrana tidak tertinggal dalam promosi internasional.
“Kawasan 3B punya potensi besar. Kalau kita bawa ke setiap sales mission, itu bisa memperluas jangkauan promosi dan membuka peluang kunjungan wisatawan secara lebih merata,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya