Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Desa Pemuteran Buleleng Raih Penghargaan Dunia “Best Tourism Village 2025” dari UN Tourism

Francelino Junior • Minggu, 19 Oktober 2025 | 21:54 WIB

 

PENGHARGAAN INTERNASIONAL: Penasihat Pokdarwis Segara Giri Pemuteran, I Gusti Agung Ngurah Kertiyasa (kiri) dan Ketua Pokdarwis I Ketut Sutrawan Slamet saat menerima penghargaan di Tiongkok.
PENGHARGAAN INTERNASIONAL: Penasihat Pokdarwis Segara Giri Pemuteran, I Gusti Agung Ngurah Kertiyasa (kiri) dan Ketua Pokdarwis I Ketut Sutrawan Slamet saat menerima penghargaan di Tiongkok.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Desa Wisata Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. 

Desa yang dikenal dengan keindahan bawah laut itu, meraih predikat Best Tourism Village 2025 dari Organisasi Pariwisata Dunia (UN Tourism atau UNWTO).

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam ajang Best Tourism Villages by UN Tourism – 2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting yang digelar di Huzhou, Tiongkok, Jumat (17/10/2025). 

Dari lebih dari 300 kandidat desa wisata dari 75 negara, Pemuteran berhasil masuk dalam daftar 52 desa wisata terbaik di dunia berkat penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan rasa bangganya atas capaian Desa Pemuteran. 

“Penghargaan ini menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia agar terus mengoptimalkan potensi alam, warisan budaya, serta pemberdayaan masyarakat menuju pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Radar Buleleng.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, bersama perwakilan Desa Pemuteran, yakni I Gusti Agung Ngurah Kertiyasa dan I Ketut Sutrawan Slamet. 

Dalam ajang yang sama, Desa Wisata Osing Kemiren dari Banyuwangi juga terpilih masuk dalam Upgrade Programme of the Best Tourism Villages by UN Tourism 2025.

Hariyanto menjelaskan, program Best Tourism Villages (BTV) merupakan inisiatif UN Tourism untuk mempromosikan desa wisata yang mampu mendorong pembangunan ekonomi dan menjaga keberlanjutan lingkungan. 

“Kementerian akan terus memperkuat nilai-nilai pariwisata berkelanjutan agar desa-desa wisata di Indonesia menjadi contoh transformasi positif bagi dunia,” ujarnya.

Desa Pemuteran dikenal sebagai destinasi wisata pesisir yang menawan di ujung barat Buleleng. 

Keindahan bawah lautnya yang dihiasi terumbu karang hasil restorasi buatan, berpadu dengan budaya dan keramahan masyarakat lokal, menjadikannya contoh ideal ekowisata berbasis komunitas.

Penasihat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pemuteran, I Gusti Agung Ngurah Kertiyasa, menyebut penghargaan ini sebagai buah kerja keras panjang masyarakat yang konsisten menjaga potensi wisata berbasis alam dan budaya sejak 1990-an. 

“Pelestarian alam bawah laut, rehabilitasi terumbu karang, dan kolaborasi antara masyarakat, pengusaha, serta pemerintah menjadi kunci keunggulan Desa Pemuteran,” ujarnya.

Inisiatif-inisiatif lokal seperti Biorock Project yang terkenal secara internasional, serta program konservasi berbasis adat, menjadikan Pemuteran sebagai pionir desa wisata berkelanjutan di Bali. 

Warga setempat aktif menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian alam, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

Ketua Pokdarwis Segara Giri Pemuteran, I Ketut Sutrawan Slamet, menuturkan tantangan terbesar dalam proses seleksi adalah penyusunan dan pembaruan data potensi desa dalam waktu terbatas. Namun, hasilnya membawa kebanggaan besar bagi masyarakat. 

“Selain mendukung ekowisata dan konservasi laut, penghargaan ini juga berdampak pada pelestarian budaya. Ketika pariwisata berkembang, seni dan tradisi Bali kembali hidup dan menjadi daya tarik bagi wisatawan,” ujar pria yang akrab disapa Wawan itu.

Tak hanya itu, penghargaan dunia ini membuka akses Pemuteran ke Global Network of Best Tourism Villages. 

Akses tersebut berupa jaringan internasional yang memungkinkan pertukaran pengalaman, promosi global, serta peningkatan kapasitas komunitas lokal dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata sinergi masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah. 

“Penghargaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Buleleng dalam peta pariwisata dunia,” ujarnya, Minggu (19/10/2025).

Menurutnya, keberhasilan Desa Pemuteran bukan hanya membawa nama Buleleng, tapi juga menjadi motivasi bagi desa wisata lainnya untuk berbenah dan berkembang. 

“Kami terus melakukan pembinaan, asesmen, dan verifikasi lapangan terhadap desa-desa wisata lain agar bisa mengikuti jejak Pemuteran menembus panggung internasional,” tambahnya.

Selain peningkatan kualitas destinasi, Dody menilai penghargaan ini juga berdampak luas terhadap ekonomi masyarakat. 

“Ketika wisatawan datang, bukan hanya pengusaha hotel atau penyelam yang merasakan manfaat, tetapi juga petani, pengrajin, hingga seniman lokal. Ini efek domino yang luar biasa,” katanya.

Sebelumnya, Desa Pemuteran juga pernah menorehkan prestasi di tingkat regional dengan meraih ASEAN Tourism Standard kategori Community-Based Tourism (CBT) 2023–2025. 

Pencapaian tersebut melanjutkan deretan prestasi desa wisata Indonesia yang sudah diakui dunia, seperti Desa Nglanggeran (2021), Penglipuran (2023), Jatiluwih (2024), dan Wukirsari (2024). (*)

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #prestasi #UN Tourism #gerokgak #tiongkok #pokdarwis #unwto #desa #pariwisata #menteri pariwisata #Tourism #terumbu karang #penghargaan #desa wisata #Pemuteran #buleleng #warisan budaya