Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Erupsi Semeru hingga Kecelakaan Wisatawan China Pengaruhi Kunjungan Turis ke Buleleng

Eka Prasetya • Sabtu, 29 November 2025 | 01:10 WIB

 

SEGMEN BARU: Wisatawan asal Tiongkok tampak hendak menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
SEGMEN BARU: Wisatawan asal Tiongkok tampak hendak menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sejumlah bencana alam hingga insiden yang melibatkan turis, mempengaruhi kunjungan  wisatawan ke Buleleng.

Tren kunjungan wisatawan ke Bali Utara menunjukkan arah penurunan. Meski sebenarnya kunjungan sempat melonjak di awal bulan.

Pemerintah menyebut erupsi Gunung Semeru hingga kecelakaan yang melibatkan turis asal China di Buleleng, sangat mempengaruhi kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, bulan November termasuk low season sehingga pergerakan wisatawan cenderung tidak stabil. 

Meski begitu, hasil penghitungan tingkat hunian hotel di kawasan Lovina menunjukkan tingkat hunian rata-rata masih berada pada kisaran 70 persen untuk hotel berbintang tiga. 

Hanya saja segmen wisatawan asal China mengalami penurunan drastis sejak terjadi kecelakaan maut yang menyebabkan lima orang turis asal China atau Tiongkok tewas.

Baca Juga: Gondol FC Kokoh di Puncak Grup D Liga 3 PSSI Buleleng, Persega Bantai Dream Team 5-0

Dody menyebut penurunan kunjungan berkaitan dengan pola perjalanan wisatawan Cina yang umumnya menempuh rute overland Surabaya–Bromo–Ijen–Lovina. 

Erupsi Gunung Semeru membuat sejumlah rombongan menunda keberangkatan. Situasi makin diperburuk dengan kecelakaan wisatawan Cina beberapa waktu lalu. 

“Dari laporan PHRI, ada penundaan perjalanan rombongan yang connecting dengan travel agen di Surabaya karena situasi Semeru. Dampaknya terasa pada kunjungan Cina daratan,” ujar Dody, Kamis (27/11/2025).

Meski mengalami penurunan dari segmen tertentu, sektor pariwisata Buleleng dinilai masih cukup stabil. 

Kejuaraan dunia Vovinam memberi efek positif berupa peningkatan lama tinggal wisatawan serta pergerakan kunjungan ke beberapa destinasi. 

Disdikpora dan KONI Buleleng pun tengah menyiapkan pertemuan lanjutan untuk mengembangkan wisata olahraga sebagai daya tarik baru daerah.

Secara umum, Dody tetap optimistis target kunjungan wisata 2025 dapat tercapai. Dari total target 1,5 juta kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, hingga Oktober telah terealisasi sekitar 1,25 juta kunjungan. 

“Masih ada peluang besar saat libur Natal dan Tahun Baru. Biasanya kunjungan meningkat signifikan di akhir tahun,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bencana alam #hotel berbintang #tiongkok #cina #insiden #turis #pariwisata #phri #hotel #lovina #wisatawan #china #bali utara #buleleng #erupsi #gunung semeru