SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Bali menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan, terutama wisatawan domestik.
Namun di tengah situasi tersebut, pariwisata Bali Utara justru menunjukkan ketahanan dan tetap dinilai aman serta nyaman untuk dikunjungi.
Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa menyebut Bali Utara memiliki peluang besar menyerap wisatawan yang mengalihkan tujuan liburan dari Bali Selatan yang terdampak cuaca buruk dan banjir.
Menurutnya, hampir seluruh jenis daya tarik wisata tersedia lengkap di wilayah Bali Utara.
“Ketika Bali Selatan terdampak cuaca dan banjir, Bali Utara, termasuk Bali Timur dan Barat, masih sangat layak dikunjungi. Ini peluang yang harus dimanfaatkan bersama,” ujar Suardipa.
Ia memaparkan, tingkat hunian hotel di Buleleng secara umum berada di kisaran rata-rata 75 persen selama libur Nataru.
Baca Juga: Amor ing Acintya. Kecelakaan Sepeda Motor vs Truk di Buleleng, Balita Tewas Terlindas
Namun, tingkat okupansi bervariasi antarwilayah. Buleleng Barat mencatat hunian hampir menyentuh 100 persen.
Kawasan Lovina di Buleleng Tengah berada di kisaran 70–80 persen, sementara Buleleng Selatan dan Timur masih di bawah 50 persen.
Akomodasi berbintang maupun non bintang yang memiliki pangsa pasar jelas dan strategi pemasaran aktif rata-rata mencatat tingkat hunian 70 persen, bahkan sebagian mencapai 80 hingga 100 persen.
Sebaliknya, hotel kecil yang cenderung pasif dan tidak memiliki pasar tetap hanya mencatat okupansi 20–40 persen.
Berdasarkan data resmi, terdapat sekitar 208 akomodasi di Buleleng dengan total sekitar 3.000 kamar. Jumlah tersebut belum termasuk vila yang belum terdata secara keseluruhan.
Suardipa menilai tren perjalanan wisatawan domestik saat ini semakin spontan dan didominasi perjalanan darat dari Pulau Jawa.
Karena itu, ia berharap pemerintah memberi perhatian serius terhadap kelancaran akses penyeberangan.
“Wisata darat sedang tren. Kalau aksesnya lancar, peluang wisatawan ke Bali Utara semakin besar,” katanya.
Pariwisata berbasis desa juga menjadi penopang kunjungan. Desa Wisata Sudaji, misalnya, mencatat tingkat hunian hingga 80 persen.
Banyak wisatawan memilih menginap di vila-vila yang berada di pelosok desa karena menawarkan suasana tenang, pelayanan lebih personal, serta aktivitas penunjang kesehatan dan kebugaran (wellness).
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, I Gede Dody Sukma Oktiva Askara menyampaikan kunjungan ke daya tarik wisata (DTW) di Buleleng selama libur Nataru meningkat sekitar 20–30 persen dibandingkan akhir pekan biasa.
Meski demikian, secara total kunjungan wisatawan pada Nataru tahun ini masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara antara lain Wanagiri, Pancasari, Air Panas Banjar, Vihara Banjar, Lovina, Air Sanih, serta Air Terjun Aling-Aling dan sejumlah destinasi alam lainnya.
“Untuk libur Nataru tahun ini, wisatawan domestik dari Jawa turun sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu. Namun wisatawan mancanegara justru naik sekitar 3–5 persen,” jelas Dody Sukma.
Atraksi lumba-lumba di Pantai Lovina tetap menjadi primadona. Selama musim liburan, paket wisata watching dolphin yang terjual mencapai sekitar 350 paket dari delapan pos pemberangkatan.
Total kunjungan ke Pantai Lovina bisa menembus 1.000 orang per hari, jauh di atas hari biasa yang hanya sepertiganya.
Dody mengakui cuaca ekstrem sempat memicu pembatalan reservasi sejak awal Desember.
Masifnya informasi kebencanaan di media sosial juga memberi dampak psikologis bagi wisatawan.
Namun ia optimistis kunjungan akan kembali meningkat menjelang pergantian tahun, termasuk dari wisatawan lokal Bali Selatan yang memilih merayakan tahun baru di Buleleng.
“Peringatan cuaca ekstrem mulai mereda. Kami berharap Bali Utara terus dipilih sebagai alternatif berwisata yang aman, nyaman, dan berkualitas,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya