RadarBuleleng.id – Pulau Dewata kembali menorehkan prestasi di kancah pariwisata dunia.
TripAdvisor menempatkan Bali dalam daftar Best of the Best Destination List 2026, berdasarkan ulasan jutaan wisatawan internasional yang berkunjung sepanjang 2025.
Pengakuan global ini disambut positif pelaku pariwisata di Bali. Namun di balik capaian tersebut, muncul pula peringatan agar semua pihak tidak terlena dan justru menjadikannya sebagai momentum berbenah.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya menilai, penghargaan dari TripAdvisor memiliki kredibilitas tinggi karena bersumber langsung dari pengalaman wisatawan.
“TripAdvisor itu selalu obyektif. Karena mereka langsung mendapatkan komentar yang masuk dari traveler atau dari wisatawan itu sendiri. Kita bersyukur mendapat Best of the Best Destination List 2026,” katanya, Selasa (20/1).
Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya kebanggaan, tetapi juga menjadi bahan introspeksi bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali. Pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat diminta bergerak bersama untuk menjaga kualitas destinasi.
“Untuk mempertahankan itu, kita harus memperkuat sekarang untuk menangkal isu-isu negatif yang ada dengan langkah-langkah nyata,” ujarnya.
Ngurah Rai menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang hingga kini masih membayangi citra pariwisata Bali.
Mulai dari kemacetan lalu lintas, pengelolaan dan penanganan sampah, hingga pembangunan infrastruktur yang belum sepenuhnya tertata.
Ia mengingatkan, persoalan-persoalan tersebut bisa menjadi momok serius dan berdampak langsung pada persepsi wisatawan jika tidak segera ditangani secara konsisten dan berkelanjutan.
“Yang terakhir adalah mengatasi ini keamanan, biar Bali itu betul-betul menjadi Bali. Bersih, aman, lestari, dan indah. Itu yang harus kita lakukan,” sambungnya.
Rai menegaskan, pekerjaan rumah besar ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
Keterlibatan seluruh elemen, termasuk pelaku pariwisata, menjadi kunci agar Bali tetap kompetitif di tengah persaingan destinasi kelas dunia seperti Phuket di Thailand, London, hingga Paris.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk wisata, pelayanan yang berorientasi pada kenyamanan wisatawan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.
“Yang pertama meningkatkan product quality, kemudian hospitality terhadap wisatawan, dan juga peningkatan kapasitas SDM,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya