Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dampak Perang di Timur Tengah, Kunjungan Wisatawan Eropa ke Bali Diprediksi Merosot

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 4 Maret 2026 | 16:09 WIB

 

BERGELIAT: Wisatawan mancanegara saat berjalan di dermaga Pelabuhan Celukan Bawang.
BERGELIAT: Wisatawan mancanegara saat berjalan di dermaga Pelabuhan Celukan Bawang.

RadarBuleleng.id - Memanasnya konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran berdampak langsung hingga ke Bali. 

Penutupan wilayah udara di kawasan Timur Tengah menjadi hambatan serius bagi arus wisatawan mancanegara (wisman), khususnya asal Eropa yang selama ini banyak transit melalui Dubai.

Praktisi pariwisata, I Wayan Puspa Negara, menyebut situasi perang di Timur Tengah sulit diprediksi karena belum ada kepastian kapan konflik akan berakhir. 

Menurutnya, gangguan operasional di Dubai International Airport sebagai titik transit krusial penerbangan, membuat pergerakan wisman menuju Bali ikut tersendat.

“Hal ini berpengaruh langsung pada pergerakan wisman Eropa yang rata-rata merupakan long-distance traveler. Apalagi wisatawan Eropa ini masa tinggalnya lama (long stay) dan pengeluarannya tinggi (big spending),” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan sementara, sebanyak 1.618 wisman asal Eropa dan Timur Tengah tertahan di Bali akibat pembatalan penerbangan. Kondisi tersebut diprediksi menekan rata-rata lama menginap (length of stay), yang pada akhirnya berdampak pada target Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Badung serta Pungutan Wisatawan Asing (PWA).

Baca Juga: Jalan Rusak hingga Rumah Tak Layak Huni Jadi PR di Buleleng. Dinas PU Upayakan Percepatan Perbaikan Infrastruktur

Situasi low season pun kian terasa sepi. Sejumlah penerbangan internasional dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berstatus batal (cancel), terutama maskapai yang melayani rute penerbangan Bali menuju Dubai atau sebaliknya.

Beberapa jadwal yang terdampak antara lain penerbangan Etihad Airways EY-477 rute Bali–Abu Dhabi dengan 291 penumpang (termasuk 4 bayi), Qatar Airways QR-963 rute Bali–Doha dengan 240 penumpang, serta Emirates EK369 rute Denpasar–Dubai dengan 509 penumpang (termasuk 5 bayi). 

Selain itu, Emirates EK399 tujuan Dubai dengan 349 penumpang dan Qatar QR961 tujuan Doha dengan 229 penumpang juga mengalami pembatalan.

Maskapai telah mengambil langkah penanganan. Penumpang Emirates EK399 dan Qatar QR961 menerima pemberitahuan pembatalan lebih awal melalui email. 

Sejumlah penumpang Emirates diarahkan menginap di Hotel Golden Tulip, Pullman, Ibis Kuta, dan Ibis Denpasar. Penumpang Etihad ditempatkan di Hotel Harris Sunset Road dan Platinum Hotel. 

Sementara sebagian penumpang Qatar Airways memilih menunggu di bandara atau mencari akomodasi mandiri dengan kompensasi penggantian tiket.

Seluruh penumpang diberikan opsi pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang.

“Saya berharap situasi Bandara Ngurah Rai tetap nyaman dan aman dari sisi pelayanan maupun operasional,” kata politisi asal Kelurahan Legian itu.

Ia menambahkan, penutupan ruang udara di Timur Tengah pasca serangan rudal memicu rasa was was di kalangan wisatawan. Dampaknya dipastikan berimbas pada sektor pariwisata Bali yang sangat bergantung pada konektivitas udara internasional.

Menghadapi konflik global yang sulit diprediksi, ia mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk bersinergi menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Kita harus tetap merawat kontributor utama seperti Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, India, dan Asia Tenggara melalui penguatan pelayanan, infrastruktur, keamanan, serta promosi yang berkelanjutan,” tandas pria yang juga Anggota DPRD Badung itu. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #etihad airways #eropa #timur tengah #Refund #Israel #amerika serikat #qatar airways #wisatawan mancanegara #pariwisata #transit #emirates #pajak #penerbangan #konflik #dubai #iran #wisman