SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng mulai membidik segmen baru dalam pemasaran pariwisata.
Ketika kunjungan wisatawan mancanegara asal Eropa merosot akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, Buleleng kini membidik wisatawan domestik (wisdom).
Caranya, pemerintah menggencarkan promosi ke sejumlah daerah yang dianggap potensial. Seperti Bandung dan Jakarta.
Seperti kemarin (5/5/2026), Pemkab Buleleng bersama PHRI Buleleng menggelar kegiatan Sales Mission (Table Top) di Grand Cordela Hotel, Bandung.
Kegiatan tersebut mempertemukan 15 seller dari industri perhotelan Buleleng dengan 55 buyer yang berasal dari travel agent di Kota Bandung.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan bahwa sektor pariwisata Buleleng memiliki kekuatan utama yang menjadi daya tarik tersendiri.
Ia menyebut, konsep pariwisata Buleleng bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Nature, Culture, dan Creative Living.
Menurutnya, keunggulan Buleleng tidak hanya terletak pada destinasi wisata, tetapi juga pada suasana yang ditawarkan.
Wilayah di Bali Utara itu dikenal lebih tenang, jauh dari hiruk pikuk keramaian dan kemacetan, sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
“Buleleng menghadirkan nuansa Bali yang lebih alami, hangat, dan personal, yang tidak mudah ditemukan di daerah lain,” ujarnya.
Lebih lanjut Supriatna mengatakan, pihaknya terus berupaya memperluas pangsa pasar wisatawan di Bali Utara.
Bila selama ini Buleleng hanya bertumpu pada wisatawan Eropa, kini pemerintah berharap bisa menggaet pasar yang lebih luas.
“Kami ingin lebih luas lagi. Misalnya menarik wisatawan dari Asia lewat paket Banyuwangi, Bali Barat dan Bali Utara, termasuk juga menarik wisatawan domestik.
Selain melakukan promosi di Jawa Barat, Pemkab Buleleng juga akan melakukan pemasaran serupa di Jakarta. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya