Lovina Festival 2026 Ditutup. Sedot 30 Ribu Pengunjung dan Putar Transaksi UMKM Ratusan Juta

Francelino Junior • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 22:09 WIB
FESTIVAL: Suasana penutupan Lovina Festival 2026. Pemkab Buleleng mengklaim pengunjung mencapai 30 ribu orang dengan perputaran transaksi Rp 746 juta. (Pemkab Buleleng)
FESTIVAL: Suasana penutupan Lovina Festival 2026. Pemkab Buleleng mengklaim pengunjung mencapai 30 ribu orang dengan perputaran transaksi Rp 746 juta. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gelaran Lovina Festival 2026 resmi ditutup pada Selasa (28/7) setelah berlangsung selama lima hari. 

Festival tahunan yang menjadi etalase pariwisata Bali Utara itu mencatatkan hasil menggembirakan. 

Selain menyedot puluhan ribu pengunjung, perputaran ekonomi melalui pelaku UMKM juga mengalami peningkatan signifikan.

Ketua Panitia Lovina Festival 2026 yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, mengungkapkan selama penyelenggaraan festival tercatat sekitar 30 ribu pengunjung memadati kawasan Pantai Binaria Lovina.

Tak hanya ramai dikunjungi wisatawan, transaksi di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menunjukkan capaian positif. Sebanyak 82 stan UMKM yang berpartisipasi berhasil membukukan nilai transaksi hingga Rp 746,78 juta.

Menurutnya, Lovina Festival tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi telah berkembang menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun sektor pariwisata yang berkualitas serta berkelanjutan.

Festival tersebut juga menjadi bukti bahwa Buleleng memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mengandalkan kekayaan budaya, keindahan alam, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Selama penyelenggaraan pada 24 hingga 28 Juli 2026, pengunjung disuguhi berbagai atraksi, mulai dari pertunjukan seni budaya, konser musik, pameran produk UMKM, hingga berbagai aktivitas wisata yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menilai Lovina Festival telah menjadi wajah pariwisata Bali Utara yang mampu memperlihatkan kekayaan budaya dan potensi daerah kepada wisatawan.

“Inilah wajah Bali Utara yang ingin kami perkenalkan kepada dunia,” katanya.

Sutjidra berharap Lovina Festival terus berkembang menjadi ikon pariwisata Buleleng yang mampu mengangkat potensi daerah ke tingkat nasional hingga internasional. 

Menurutnya, semangat kolaborasi yang terbangun selama festival menjadi modal penting untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semangat kebersamaan yang terbangun selama pesta rakyat ini menjadi energi baru untuk terus memajukan pariwisata, melestarikan budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buleleng secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai bahan evaluasi, Pemkab Buleleng mulai menerapkan pendekatan baru dalam mengukur dampak ekonomi festival. Pengukuran dilakukan melalui pengelompokan data wisatawan berdasarkan kategori industri pariwisata dan keterlibatan UMKM lokal.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai manfaat ekonomi yang dihasilkan sehingga kebijakan pengembangan pariwisata ke depan dapat disusun secara lebih tepat sasaran.

“Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan pariwisata yang lebih terarah, terukur, dan berbasis data,” pungkas Sutjidra. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
umkm lovina Lovina Festival buleleng ekonomi