SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Desa Sembiran, sebuah desa Bali Aga di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, mulai memetakan potensi wisata berbasis kearifan lokal dan sport tourism.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan desa wisata berkelanjutan yang diinisiasi lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha (LPPM Undiksha).
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Desa Sembiran Menuju Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal dan Sport Tourism” tersebut melibatkan 40 peserta dari unsur Pokdarwis, BUMDes, pemuda, aparat desa, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa KKN Undiksha.
Program tersebut digagas tim pengabdi yang dipimpin I Wayan Muliarta, bersama tim akademisi lintas disiplin.
Melalui ruang sosialisasi dan focus group discussion (FGD), terungkap sederet potensi unggulan Desa Sembiran yang siap dikemas menjadi paket wisata terpadu.
Pada sektor healing and wellness, desa tersebut menawarkan pemanfaatan sumber mata air alami, potensi wisata jamu tradisional, dan spot pemandangan sunrise.
Selain itu, lanskap bukit desa juga dilirik untuk pengembangan kawasan glamping (glamorous camping) sebagai alternatif akomodasi alam.
Tak kalah penting, identitas kebudayaan Bali Aga turut diperkuat lewat penataan Pura Kahyangan Kangin, pelestarian tiga pura cagar budaya, penguatan bahasa khas Sembiran, hingga kerajinan kain tenun cag-cag.
Di sektor sport tourism, tim pengabdi bersama warga merancang pemetaan jalur tracking terintegrasi sekaligus menyusun tourism flow (alur kunjungan).
“Ini penting agar wisatawan mendapatkan alur perjalanan yang terstruktur, mulai dari titik kedatangan hingga seluruh destinasi unggulan,” ujar Muliarta.
Potensi bahari seperti atraksi dolphin watching di wilayah pesisir juga dilirik. Kendati demikian, pengembangannya dipastikan tetap mengedepankan prinsip konservasi ekosistem laut.
Guna memperkuat kapasitas warga, program tindak lanjut akan diisi pelatihan pemandu wisata (local guide), hospitality, pemasaran digital, hingga storytelling sejarah dan filosofi Desa Sembiran.
Produk UMKM seperti gula aren dan kain tenun juga akan dikemas modern sebagai souvenir khas.
Melalui integrasi kearifan lokal dan olahraga, Desa Sembiran diproyeksikan menjadi destinasi wisata alternatif di Bali Utara yang mandiri dan berbasis kerakyatan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng